...

Buya Syakur: Mengenang Perjalanan Hidup

KH Abdul Syakur Yasin, atau yang lebih dikenal sebagai Buya Syakur, merupakan seorang ulama besar di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pada Rabu (17/1/2024), beliau meninggal dunia di RS Mitra Plumbon Cirebon setelah sempat mengeluhkan sakit lambung.

Buya Syakur, yang juga dikenal sebagai ulama berkharismatik di Indonesia, memiliki perjalanan hidup yang menginspirasi. Lahir pada 2 Februari 1948 di Kecamatan Kertasmaya, Kabupaten Indramayu, beliau adalah seorang cendekiawan yang banyak menimba ilmu di berbagai negara, termasuk Mesir, Irak, Tunisia, serta beberapa negara di Eropa dan Afrika.

Miftahul Jannah, Ketua Ponpes Cadangpinggan Kecamatan Sukagumiwang, mengungkapkan bahwa Buya Syakur aktif dalam berbagai kegiatan ketika menjadi mahasiswa di luar negeri. Beliau bahkan pernah memimpin sebuah majalah di Tunisia dan menjalin pertemanan dengan tokoh besar seperti almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Quraish Shihab.

Meskipun berasal dari keluarga sederhana, Buya berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi di luar negeri dan diangkat sebagai staf ahli di Kedutaan Besar, Kementerian Luar Negeri di Tunisia. Beliau memiliki pemahaman yang baik terhadap politik di Timur Tengah.

Buya Syakur: Mengenang Perjalanan Hidup
Buya Syakur: Mengenang Perjalanan Hidup 5

Pada tahun 1991, Buya kembali ke Indonesia setelah bertahun-tahun menimba ilmu di luar negeri. Beliau aktif berdakwah di Kabupaten Indramayu dan mendirikan pondok pesantren, awalnya bernama Ponpes Yasiniyah, yang kemudian menjadi Ponpes Cadangpinggan di Kecamatan Sukagumiwang pada tahun 1996.

Pondok pesantren tersebut kini menampung sekitar 600 santri, yang tidak hanya belajar ilmu agama tetapi juga mengikuti pendidikan formal dari tingkat SMP hingga SMK. Kelembutan dan cara penyampaian Buya Syakur menciptakan kenangan tak terlupakan bagi jemaah dan santri.

H Tokidin, seorang pengurus pondok pesantren sejak tahun 1992, merasa sangat kehilangan Buya. Beliau mengingat Buya sebagai sosok yang sangat toleran dan memiliki nilai-nilai hormat terhadap manusia.

Buya Syakur: Mengenang Perjalanan Hidup
Buya Syakur: Mengenang Perjalanan Hidup 6

Kisah menginspirasi Buya Syakur

Selain itu, pesan-pesan Buya tentang menghormati perempuan dan penafsiran ayat-ayat tentang waris menunjukkan pemahaman yang tinggi akan keadilan sosial. Buya juga aktif dalam dakwah, termasuk melalui media sosial seperti Instagram dan YouTube.

Rutinitas zikir di sekitar pantai dan hutan Indramayu juga menjadi kegiatan Buya Syakur. Menurut Miftahul Jannah, Buya Syakur mengikuti jejak para nabi yang mendapatkan pencerahan setelah berzikir. Rutinitas ini dimulai sejak tahun 1990, menunjukkan ketekunan dan kesalehan Buya Syakur dalam beribadah.

Kehilangan Buya bukan hanya bagi keluarga dan santrinya tetapi juga bagi masyarakat Indramayu yang telah lama diinspirasi oleh kepemimpinan dan ajaran beliau.

Buya Syakur: Mengenang Perjalanan Hidup
Buya Syakur: Mengenang Perjalanan Hidup 7

Buya Syakur, tokoh inspiratif, telah menempuh perjalanan hidup yang luar biasa dalam pencarian ilmu. Dengan dedikasi penuh, beliau tidak hanya mengejar pengetahuan di Indonesia, tetapi juga merambah ke Timur Tengah dan Eropa. Mari kita telusuri perjalanan hidup berarti Buya Syakur ini.

Tinggalkan komentar