...

China ‘Serang’ Rusia, Ancam Lumpuhkan Ekonomi Putin

China secara tiba-tiba “memutuskan kerjasama” dengan Rusia. Ini tidak berkaitan dengan aspek militer atau senjata, melainkan pada ranah ekonomi. Beberapa bank asal China telah memutuskan untuk membatasi aktivitas mereka dengan Rusia, sebagaimana dilaporkan oleh media Amerika Serikat (AS), Newsweek, pada Selasa (13/2/2024). Tindakan ini terjadi ketika Moskow sedang menghadapi embargo ekonomi yang signifikan dari negara-negara Barat akibat serangannya terhadap Ukraina.

Beberapa bank besar China telah membatasi akses mitra bisnis mereka dari Rusia terhadap layanan mereka atau bahkan memutuskan hubungan sama sekali. Sistem pembayaran China UnionPay, yang sebelumnya disebut sebagai alternatif untuk MasterCard dan Visa, juga menarik diri untuk membatasi keterlibatannya.

Minggu lalu, koran bisnis Rusia, Vedomosti, melaporkan bahwa Bank Komersial Zhejiang Chouzhou telah menangguhkan semua transaksi untuk klien dari Rusia dan Belarusia. Bank ini dikenal sebagai salah satu lembaga utama yang digunakan oleh eksportir Rusia.

Keputusan bank tersebut untuk menghentikan penyelesaian transaksi dengan bisnis Rusia dan Belarusia diduga terkait dengan ekspansi kontrol keuangan yang diumumkan oleh Amerika Serikat (AS) dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini berpotensi menempatkan bank tersebut pada risiko sanksi sekunder jika terus berhubungan dengan entitas Rusia.

Newsweek juga mengklaim bahwa para ahli yang mereka wawancarai memperkirakan dampak dari tindakan ini mungkin akan terasa setelah periode Tahun Baru Imlek, yang biasanya dikaitkan dengan tingkat aktivitas ekonomi yang lebih rendah di China. Namun sayangnya, Kementerian Luar Negeri China belum memberikan tanggapan atas laporan ini.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Andrey Rudenko, membantah bahwa bisnis di negaranya mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pembayaran dengan China. Menurut Rudenko, hubungan ekonomi antara Moskow dan Beijing tetap solid dan mampu menyelesaikan berbagai masalah.

Rudenko menunjukkan bahwa perdagangan antara Rusia dan China semakin berkembang, terutama dengan transaksi yang secara eksklusif menggunakan mata uang rubel Rusia atau yuan China pada tahun sebelumnya.

Pernyataan Rudenko ini juga didukung oleh Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, yang mengatakan bahwa Moskow sedang melakukan dialog erat dengan mitra China mereka, dan akan berusaha menyelesaikan semua masalah yang muncul.

China 'Serang' Rusia, Ancam Lumpuhkan Ekonomi Putin
China 'Serang' Rusia, Ancam Lumpuhkan Ekonomi Putin 5

Rusia telah meningkatkan hubungan dagangnya dengan China setelah mendapat sanksi dari Barat. Moskow mulai mengarahkan ekspor hasil energi dan pertanian mereka ke China, dengan volume perdagangan kedua negara mencapai US$ 240,1 miliar (Rp 3.737 triliun) pada tahun 2023, meningkat 26,3% dari tahun sebelumnya.

Selain itu, kedua negara juga telah berupaya untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS melalui program de-dolarisasi, yang merupakan bagian dari kerangka kerja pakta ekonomi BRICS, yang juga melibatkan Brasil, India, dan Afrika Selatan.

Bank Sentral Rusia mengungkapkan bahwa lebih dari sepertiga dari total impor dan ekspor Rusia dengan China saat ini diselesaikan dengan menggunakan yuan. Hal ini dikonfirmasi oleh kepala bank sentral, Elvira Nabiullina, dalam wawancara dengan RIA Novoski.

Baru-baru ini, dunia dikejutkan oleh berita tak terduga tentang serangan yang dilakukan oleh China terhadap Rusia. Peristiwa ini telah menimbulkan kekhawatiran dan ketidakpastian di antara komunitas internasional.

Hubungan China-Rusia

Hubungan Diplomatik

Hubungan antara China dan Rusia telah lama terjalin, terutama dalam konteks diplomasi dan keamanan. Kedua negara memiliki kemitraan strategis yang kuat, yang terbentuk sebagai respons terhadap kepentingan bersama mereka dalam isu-isu geopolitik global.

China 'Serang' Rusia, Ancam Lumpuhkan Ekonomi Putin
China 'Serang' Rusia, Ancam Lumpuhkan Ekonomi Putin 6

Kerjasama Ekonomi

Selain hubungan politik, China dan Rusia juga memiliki hubungan ekonomi yang signifikan. Kedua negara telah menjalin kerja sama dalam berbagai proyek infrastruktur dan perdagangan, yang memiliki dampak besar pada perekonomian keduanya.

Serangan Mendadak China

Penyebab

Serangan mendadak yang dilakukan oleh China terhadap Rusia mengejutkan banyak pihak. Beberapa analis mencurigai bahwa serangan tersebut mungkin terkait dengan perbedaan pandangan antara kedua negara terkait isu-isu tertentu, meskipun motif pasti dari serangan ini masih belum jelas.

Dampaknya

Serangan ini telah menciptakan kekacauan dan ketidakpastian di Rusia. Infrastruktur kunci dan sistem komunikasi telah terganggu, menyebabkan gangguan dalam kegiatan ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ancaman Terhadap Ekonomi Rusia

Kerugian Ekonomi

Serangan ini telah mengakibatkan kerugian besar bagi ekonomi Rusia. Banyak perusahaan dan bisnis terpaksa menghentikan operasi mereka, yang berdampak pada lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Respon dari Putin

Putin telah menanggapi serangan ini dengan keras. Dia menyatakan bahwa Rusia tidak akan mentolerir tindakan agresif dari negara lain dan bersumpah untuk melindungi kepentingan nasionalnya.

Dampak Global

Dampak dari serangan ini tidak terbatas pada Rusia saja. Komunitas internasional juga merasakan dampaknya, dengan pasar keuangan global mengalami ketidakstabilan dan kekhawatiran terkait potensi eskalasi konflik antara dua kekuatan besar ini.

China 'Serang' Rusia, Ancam Lumpuhkan Ekonomi Putin
China 'Serang' Rusia, Ancam Lumpuhkan Ekonomi Putin 7

Tinjauan dan Analisis

Kemungkinan Skenario Lanjutan

Kemungkinan adanya skenario lanjutan dari serangan ini masih belum jelas. Namun demikian, penting bagi komunitas internasional untuk memantau perkembangan situasi dengan cermat dan bersiap untuk merespons dengan cepat jika diperlukan.

Implikasi Jangka Panjang

Implikasi jangka panjang dari serangan ini juga perlu dipertimbangkan. Mungkin ada perubahan signifikan dalam dinamika geopolitik global dan hubungan antarnegara dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Kesimpulan

Serangan mendadak Tiongkok terhadap Rusia telah menciptakan ketidakpastian dan kekhawatiran di seluruh dunia. Dampaknya terhadap ekonomi dan keamanan global menunjukkan pentingnya kerja sama internasional dalam menangani tantangan keamanan baru.

Tinggalkan komentar