Fantastis! KUR BRI Tembus Rp84,36 Triliun, Jadi Senjata Ampuh Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan

Rosaria

Juni 21, 2026

4
Min Read
Fantastis! KUR BRI Tembus Rp84,36 Triliun, Jadi Senjata Ampuh Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan
Fantastis! KUR BRI Tembus Rp84,36 Triliun, Jadi Senjata Ampuh Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan

On This Post

Nusamedia – 21 Juni 2026 | JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan komitmennya yang tak tergoyahkan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sebagai garda terdepan dalam pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), BRI secara konsisten membuka lebar akses pembiayaan bagi para pelaku usaha di seluruh penjuru negeri. Upaya ini bertujuan untuk mendongkrak peningkatan produktivitas, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, sekaligus memperkokoh sektor riil yang menjadi fondasi fundamental perekonomian nasional. Dalam periode Januari hingga Mei 2026, KUR BRI Tembus Rp84,36 Triliun, sebuah angka monumental yang setara dengan 46,87% dari total alokasi KUR tahun 2026 sebesar Rp180 triliun. Pencapaian ini menegaskan peran vital BRI dalam mendukung agenda pembangunan ekonomi nasional.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, mengungkapkan bahwa mayoritas penyaluran KUR BRI difokuskan pada sektor-sektor produktif yang memiliki dampak langsung terhadap denyut nadi aktivitas ekonomi masyarakat. Porsi penyaluran ke sektor produktif ini mencapai angka signifikan, yaitu 67,18% dari total KUR yang telah berhasil disalurkan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Sektor pertanian, yang merupakan tulang punggung ketahanan pangan, menjadi penerima manfaat terbesar dari penyaluran KUR BRI. Nilai pembiayaan yang digelontorkan untuk sektor ini mencapai Rp35,91 triliun. Angka ini merupakan cerminan nyata dari komitmen BRI untuk senantiasa mendukung produktivitas para petani sekaligus memperkuat sektor yang menjadi pilar utama ketahanan pangan dan penggerak ekonomi di berbagai daerah.

Lebih lanjut, penyaluran KUR BRI memiliki peran yang sangat strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di berbagai daerah, BRI secara efektif memberdayakan masyarakat dari tingkat akar rumput. Menurut Akhmad, fokus penyaluran KUR pada sektor-sektor produktif ini sejalan dengan upaya mendukung Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia. Program-program unggulan yang digalakkan pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan, mendorong semangat kewirausahaan, serta memperkuat pemerataan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM, mendapatkan dukungan penuh dari BRI melalui penyaluran KUR.

“KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan semata, melainkan bagian integral dari upaya kolektif kita untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput,” ujar Akhmad. Ia menambahkan, “Penyaluran yang diarahkan secara spesifik ke sektor-sektor produktif, terutama sektor pertanian, diharapkan mampu secara signifikan meningkatkan produktivitas usaha masyarakat. Selain itu, hal ini juga berkontribusi dalam memperkuat basis ekonomi daerah dan secara substansial mendukung agenda ketahanan pangan nasional.” Melalui akses pembiayaan yang semakin inklusif dan tepat sasaran, BRI berupaya memastikan bahwa UMKM dan para pelaku usaha dapat tumbuh lebih kuat, mampu menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan, serta memberikan kontribusi yang berarti bagi perekonomian nasional secara keseluruhan. Angka KUR BRI Tembus Rp84,36 Triliun ini adalah bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi.

Secara kumulatif, sejak tahun 2015 hingga Mei 2026, BRI telah berhasil menyalurkan dana KUR sebesar Rp1.520 triliun. Dana ini telah menjangkau lebih dari 48,1 juta penerima manfaat di seluruh pelosok Indonesia. Pencapaian luar biasa ini merefleksikan konsistensi BRI dalam upaya memperluas inklusi keuangan di tanah air. Lebih dari itu, BRI juga secara aktif memperkuat peran UMKM yang telah terbukti menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Melalui program penyaluran KUR yang berkelanjutan, BRI terus mengambil peran sentral dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat di berbagai daerah, memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Capaian KUR BRI Tembus Rp84,36 Triliun dalam kurun waktu singkat ini merupakan indikator positif. Sektor pertanian, yang menjadi prioritas utama, menunjukkan geliat positif berkat dukungan pembiayaan yang memadai. Para petani kini memiliki akses yang lebih baik terhadap modal untuk membeli bibit unggul, pupuk, hingga alat pertanian modern, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan hasil panen. Hal ini tidak hanya menguntungkan petani secara individu, tetapi juga berdampak luas pada stabilitas pasokan pangan nasional dan pengendalian inflasi. Selain pertanian, sektor-sektor produktif lain seperti perdagangan, industri pengolahan, dan jasa juga mendapatkan manfaat signifikan dari penyaluran KUR BRI, mendorong terciptanya ekosistem bisnis yang lebih sehat dan dinamis.

BRI memahami bahwa UMKM adalah motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, penyaluran KUR tidak hanya berhenti pada pemberian modal, tetapi juga diiringi dengan pendampingan dan edukasi. Para pelaku UMKM yang menerima KUR BRI kerap kali mendapatkan bimbingan mengenai manajemen usaha, pemasaran, hingga digitalisasi. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat membantu UMKM naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan terus mendorong UMKM untuk berkembang, BRI turut berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Keberhasilan KUR BRI Tembus Rp84,36 Triliun ini menjadi bukti nyata bahwa visi ekonomi kerakyatan BRI terus berjalan di rel yang tepat.

Tinggalkan komentar

Related Post