Heboh Penjagaan Rumah Jampidsus Kejagung oleh TNI: Ada Apa di Balik Kasus Korupsi Batu Bara Rp540 Miliar?

Rosaria

Juli 10, 2026

4
Min Read
Heboh Penjagaan Rumah Jampidsus Kejagung oleh TNI: Ada Apa di Balik Kasus Korupsi Batu Bara Rp540 Miliar?
Heboh Penjagaan Rumah Jampidsus Kejagung oleh TNI: Ada Apa di Balik Kasus Korupsi Batu Bara Rp540 Miliar?

On This Post

Misteri Penjagaan Rumah Jampidsus Kejagung oleh TNI: Terkait Kasus Korupsi Batu Bara?

Nusamedia – 10 Juli 2026 | Jakarta – Kehebohan melanda jagat maya terkait kabar adanya personel TNI yang berjaga di kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah. Pertanyaan besar pun mengemuka: apakah TNI Respons soal Penjagaan Rumah Jampidsus Kejagung, Berhubungan Kasus Korupsi? Isu ini mencuat menyusul penggeledahan yang dilakukan oleh tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polri dan Polda Metro Jaya di sejumlah lokasi terkait dugaan kasus korupsi pasokan batu bara. Penggeledahan ini melibatkan perusahaan pelat merah seperti PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero), dan PT Krakatau Steel.

Penggeledahan dan Temuan Fantastis

Pada Rabu kemarin, tim penyidik melakukan penggeledahan di 12 lokasi berbeda yang tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Lokasi-lokasi tersebut antara lain:

  • PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat
  • PT CBS (Kantor Pusat), Penjaringan, Jakarta Utara
  • PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat
  • Rumah Sdr. MN, Serpong Utara, Tangerang Selatan
  • Kafe de’Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan
  • Koin Money Changer, Cipete Selatan, Jakarta Selatan
  • Rumah Sdr. TK, Mega Kuningan, Jakarta Selatan
  • Kantor/Grup DMG / CP, Kuningan, Jakarta Selatan
  • PT PML, Karet Kuningan, Jakarta Selatan
  • Rumah Sdr. DR, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan
  • Rumah Sdri. MILDK, Apartement Pacific Place
  • Rumah di Sentul, Kabupaten Bogor

Dalam proses penggeledahan tersebut, penyidik berhasil menemukan aset bernilai fantastis. Sebanyak 74 kilogram emas batangan dan uang tunai yang disimpan dalam brankas serta koper berhasil disita. Meskipun nilai pasti aset sitaan masih dalam proses penelitian, perkiraan awal menyebutkan angka mencapai Rp540 miliar. Kepala Kortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, membenarkan adanya tiga orang yang diamankan untuk dimintai keterangan terkait kasus ini.

TNI Benarkan Pengamanan, Bantah Keterkaitan dengan Korupsi

Menyikapi ramainya pemberitaan dan spekulasi di media sosial, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, angkat bicara. Ia membenarkan bahwa sejumlah personel TNI memang ditugaskan untuk mengamankan kediaman Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah. Namun, Brigjen Nas menegaskan bahwa pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan resmi dari institusi kejaksaan.

“Terkait pengamanan Jampidsus, benar bahwa pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan institusi kejaksaan dan telah dikoordinasikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, sebagaimana Perpres Nomor 66 Tahun 2025 yang berkaitan dengan perlindungan kepada jaksa dalam melaksanakan tugasnya,” ujar Brigjen Nas saat dihubungi pada Kamis (9/7/2026).

Lebih lanjut, Brigjen Nas secara tegas membantah adanya kaitan antara pengamanan rumah Jampidsus oleh TNI dengan isu lain yang sedang berkembang, termasuk dugaan keterlibatan dalam perkara korupsi batu bara yang sedang diselidiki. “Pengamanan itu tidak berkaitan dengan isu lain yang saat ini berkembang,” jelasnya. Pernyataan ini sekaligus menjawab spekulasi yang menyebutkan bahwa TNI Respons soal Penjagaan Rumah Jampidsus Kejagung, Berhubungan Kasus Korupsi? adalah sebuah keterkaitan langsung.

Bantahan Terkait Kunjungan ke Polda Metro Jaya

Tak lama setelah pernyataan Kapuspen TNI, beredar pula informasi dan video di media sosial yang memperlihatkan kedatangan sejumlah tentara ke Markas Polda Metro Jaya pada Rabu malam. Bahkan, beredar kabar bahwa ada dua jenderal TNI yang datang ke Polda Metro Jaya untuk meminta pembebasan tiga saksi yang diamankan polisi. Namun, Brigjen Nas kembali membantah keras informasi tersebut.

“Berita ini tidak benar (terkait anggota TNI ke Polda Metro),” tegasnya. Bantahan ini semakin memperkuat posisi TNI yang menyatakan bahwa kehadiran personel mereka di rumah Jampidsus murni menjalankan tugas pengamanan atas permintaan kejaksaan, dan tidak ada intervensi terkait penanganan kasus korupsi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan penanganan perkara dugaan korupsi pasokan batu bara yang melibatkan sejumlah perusahaan besar tersebut. Misteri seputar TNI Respons soal Penjagaan Rumah Jampidsus Kejagung, Berhubungan Kasus Korupsi? masih menyisakan tanda tanya bagi publik, meskipun pihak TNI telah memberikan klarifikasi resmi.

Kasus korupsi batu bara ini menjadi sorotan publik, terutama dengan nilai sitaan yang mencapai ratusan miliar rupiah. Pengamanan rumah pejabat penting oleh institusi TNI menimbulkan pertanyaan mengenai dinamika di balik penanganan kasus besar ini. Kejelasan lebih lanjut diharapkan dapat segera diberikan oleh pihak berwenang agar tidak menimbulkan spekulasi yang lebih luas di masyarakat.

Tinggalkan komentar

Related Post