HEBOH! Polisi Tegur Netizen, Bantah Keterlibatan GRIB dalam Tewasnya Pedagang Cermin di Pejompongan

Rosaria

September 3, 2026

3
Min Read
HEBOH! Polisi Tegur Netizen, Bantah Keterlibatan GRIB dalam Tewasnya Pedagang Cermin di Pejompongan
HEBOH! Polisi Tegur Netizen, Bantah Keterlibatan GRIB dalam Tewasnya Pedagang Cermin di Pejompongan

On This Post

Nusamedia – 03 September 2026 | Kepolisian mengklarifikasi dan memberikan teguran kepada para pengguna media sosial yang ramai berspekulasi mengenai keterlibatan kelompok atau komunitas tertentu dalam kasus pengeroyokan yang berujung tewasnya seorang pedagang cermin, Bambang Setiyawan (59), di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8). Tegur Netizen, Polisi Klaim Grib Tak Terlibat dalam Kasus Tewasnya Pedagang Cermin, demikian ditegaskan oleh pihak kepolisian untuk meluruskan opini yang berkembang liar di jagat maya.

Belakangan ini, berbagai opini di media sosial santer menyebutkan bahwa GRIB Jaya, yang dipimpin oleh Hercules Rosario Marshal, diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Menanggapi tudingan ini, Hercules sendiri telah memberikan keterangan bahwa pada malam kejadian, pihaknya justru sedang melakukan pembubaran massa di lokasi yang berbeda, bukan di Pejompongan seperti yang dituduhkan.

Penyidik Belum Temukan Indikasi Keterlibatan Kelompok Tertentu

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (2/9/2026), menyatakan bahwa hingga kini pihaknya belum menemukan adanya indikasi yang mengarah pada keterlibatan pelaku sebagai anggota komunitas atau kelompok tertentu. “Kami belum menemukan adanya indikasi bahwa pelaku ini adalah merupakan anggota komunitas/kelompok tertentu,” ujar Kombes Pol Iman Imanuddin.

Kesimpulan ini didasarkan pada hasil penyidikan awal dan keterangan dari sejumlah saksi yang telah diperiksa secara intensif. Penyidik masih terus bekerja keras untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian tragis Bambang Setiyawan. Oleh karena itu, Kombes Pol Iman mengimbau agar masyarakat tidak membuat kesimpulan prematur mengenai latar belakang pelaku atau dugaan keterkaitannya dengan kelompok tertentu sebelum hasil resmi penyidikan dikeluarkan.

Imbauan untuk Tidak Beropini Liar

Lebih lanjut, Kombes Pol Iman mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pengguna media sosial, untuk menghentikan spekulasi dan opini yang belum didukung oleh bukti konkret. “Kami juga mengajak mari sama-sama semua pihak yang berada di media sosial untuk menghentikan beropini agar tidak membuat masyarakat menjadi bingung,” ucapnya. Ia menekankan pentingnya untuk mempercayakan sepenuhnya proses pengungkapan kasus ini kepada tim penyidik kepolisian.

Pihak kepolisian berjanji akan menyampaikan perkembangan perkara secara terbuka dan transparan kepada publik berdasarkan hasil penyidikan yang telah diperoleh. “Serahkan pada kami dan kami akan mempublikasikan secara terbuka dan transparan kepada masyarakat dan rekan-rekan sekalian apa yang menjadi hasil dari penyidikan kami,” tegas Kombes Pol Iman.

Perlindungan Negara dan Proses Hukum Berjalan

Polda Metro Jaya memastikan bahwa penanganan kasus kematian Bambang Setiyawan tetap berjalan meskipun keluarga korban tengah berduka. Laporan polisi model A telah dibuat sebagai bentuk langkah proaktif kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada setiap warga negara sekaligus mengungkap peristiwa yang terjadi. “Kami menghormati rasa duka yang sedang dialami oleh keluarga, namun demikian negara juga harus hadir di dalam memberikan perlindungan kepada setiap warga negara,” kata Kombes Pol Iman.

Meskipun sempat terdapat penolakan dari pihak keluarga terkait pelaksanaan autopsi, Kombes Pol Iman menjelaskan bahwa pemeriksaan visum tetap telah dilakukan dan keluarga korban tidak keberatan dengan proses tersebut. Hasil visum telah diperoleh penyidik dari Rumah Sakit Polri. Terkait kemungkinan langkah hukum lanjutan, seperti ekshumasi dan autopsi ulang, Kombes Pol Iman menegaskan bahwa setiap tindakan penyidik akan senantiasa didasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Pernyataan ini diharapkan dapat meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat dan menegaskan bahwa polisi serius dalam mengungkap kasus ini tanpa terpengaruh oleh opini liar. Sekali lagi, polisi mengimbau agar isu Grib Tak Terlibat dalam kasus ini tidak diperkeruh dengan asumsi yang belum terbukti. Masyarakat diminta bersabar menunggu hasil investigasi resmi. Penegasan bahwa Grib Tak Terlibat ini merupakan bagian dari upaya polisi untuk menjaga kondusivitas dan mencegah potensi provokasi lebih lanjut. Kepolisian berkomitmen penuh untuk menghadirkan keadilan bagi korban dan keluarganya, sekaligus menjaga ketertiban umum di tengah isu yang sensitif ini. Dengan demikian, Grib Tak Terlibat dalam kasus tewasnya pedagang cermin ini menjadi penegasan penting dari pihak berwenang.

Tinggalkan komentar

Related Post