Nusamedia – 27 Agustus 2026 | Kejadian tak terduga menggemparkan dunia maya setelah TikToker Shabrina Adfi mengungkap sebuah kasus yang menimpa keluarganya. Melalui serangkaian unggahan di akun media sosial pribadinya pada Rabu (26/8/2026), Shabrina menyuarakan kekecewaan dan kemarahannya atas raibnya dana milik ibu mertuanya dan keluarga dari rekening sebuah bank swasta berinisial T. Peristiwa ini, yang ia gambarkan sebagai ‘Uang Keluarga Mendadak Lenyap dari Bank, TikToker Shabrina Adfi Murka: Kami Minta Keadilan!’, menyoroti lemahnya keamanan perbankan dan tanggung jawab institusi finansial.
Shabrina Adfi menceritakan bahwa uang yang hilang tersebut merupakan hasil kerja keras bertahun-tahun. Ia mengungkapkan rasa frustrasinya karena dana yang signifikan tersebut tiba-tiba lenyap begitu saja dari rekening tanpa jejak yang jelas. “Uang milik ibu mertuaku dan keluarga yang dikumpulkan dari hasil kerja keras bertahun-tahun, hilang gitu aja dari rekening di Bank inisial T. Dan jumlahnya juga ga dikit,” ungkap Shabrina, seperti dikutip dari ERA, Rabu (26/8/2026).
Kejanggalan Kasus dan Upaya yang Ditempuh
Yang semakin menambah kekesalan Shabrina dan keluarganya adalah fakta bahwa salah satu pegawai bank tersebut ternyata telah ditetapkan sebagai tersangka dan bahkan divonis hukuman tiga tahun penjara. Namun, ironisnya, hingga kini uang yang hilang tersebut belum juga kembali ke tangan nasabah. “Yang paling bikin kita gak ngerti, salah satu pegawai dari bank tersebut udah dinyatakan bersalah dan dihukum 3 tahun penjara. Tapi sampai sekarang uangnya belum bisa kembali,” tuturnya dengan nada penuh kekecewaan.
Merasa haknya sebagai nasabah terabaikan, Shabrina mengaku telah berulang kali mendatangi bank tempat keluarganya menyimpan uang. Namun, berbagai upaya tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan. “Kita udah berkali-kali datang ke bank, bertemu pihak-pihak terkait, bahkan kita udah sampai minta bantuan ke OJK dan DPR. Tapi belum ada penyelesaian yang diharapkan,” jelasnya.
Meskipun telah menempuh berbagai jalur formal, termasuk melibatkan otoritas pengawas seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bahkan anggota dewan perwakilan rakyat (DPR), uang yang raib tersebut tidak kunjung dikembalikan. Shabrina menyuarakan kekecewaannya terhadap penanganan kasus oleh pihak bank yang dinilai terkesan lepas tangan. “Kami nggak minta lebih. Kami cuma ingin keadilan. Kita bener-bener kecewa dengan respon bank T yang lepas tanggung jawab dari kasus ini,” tegasnya.
Sistem Keamanan Bank Dipertanyakan
Lebih jauh, Shabrina Adfi tidak hanya menyoroti hilangnya dana, tetapi juga mempertanyakan sistem keamanan dan kontrol internal bank yang memungkinkan transaksi mencurigakan tersebut terjadi. Ia heran bagaimana dana bisa berpindah dari rekening nasabah tanpa sepengetahuan dan persetujuan yang bersangkutan. Fakta bahwa tindakan ini terjadi berulang kali semakin menambah daftar kejanggalan.
“Yang menjadi pertanyaan besar bagi kami bukan cuma bagaimana dana tersebut bisa berpindah, tetapi juga mengenai sistem dan kontrol internal Bank T yang memungkinkan hal tersebut terjadi tanpa sepengetahuan dan persetujuan nasabah. Tindakan tersebut tidak hanya terjadi satu kali, tetapi dilakukan berkali-kali,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Shabrina menekankan bahwa kasus ini bukan sekadar menyangkut kerugian finansial semata. Lebih dari itu, ia melihat persoalan ini berkaitan erat dengan kepercayaan publik terhadap industri perbankan secara keseluruhan. “Karena pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya sejumlah dana, tetapi juga kepercayaan nasabah terhadap institusi perbankan,” pungkasnya dengan tegas. Kasus ‘Uang Keluarga Mendadak Lenyap dari Bank, TikToker Shabrina Adfi Murka: Kami Minta Keadilan!’ ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak, terutama dalam memperkuat sistem keamanan perbankan dan memastikan perlindungan hak-hak nasabah.









Tinggalkan komentar