Nusamedia – 28 Juni 2026 | Penyanyi berbakat Bernadya secara resmi meluncurkan album penuh keduanya yang bertajuk “Semoga Hanya di Mimpi”. Dalam karya terbarunya ini, Bernadya Gandeng Baskara Hindia hingga Perunggu di Album Baru, Usung Musik Era 2000-an. Kehadiran musisi-musisi ternama seperti Perunggu dan Baskara Hindia tak hanya menambah warna, tetapi juga membawa nuansa segar yang berbeda dari karya-karya Bernadya sebelumnya. Album ini merupakan manifestasi dari kegelisahan dan ketakutan yang kerap menghantui sang penyanyi, terutama terkait pencapaian kebahagiaan dan ketenangan dalam menjalani kehidupan. Judul “Semoga Hanya di Mimpi” dipilih karena merefleksikan isi dari lirik di salah satu lagu pembuka, yang menjadi harapan Bernadya agar segala ketakutannya hanya sebatas mimpi.
Kolaborasi Musisi Ternama untuk Nuansa Baru
Album “Semoga Hanya di Mimpi” tidak hanya menonjolkan vokal merdu Bernadya, tetapi juga kekuatan kolaborasinya. Sejumlah musisi papan atas turut ambil bagian dalam proses produksi, termasuk Baskara Hindia, Rendy Pandugo, Enrico Octaviano, dan Perunggu. Keterlibatan mereka memberikan perspektif baru dan sentuhan unik pada setiap lagu. Bernadya sendiri mengaku ingin keluar dari zona nyaman yang selama ini melekat pada identitas musiknya. Pengalaman manggung dan membawakan lagu-lagu lama memberinya inspirasi untuk menciptakan karya yang lebih mampu membangun suasana dan menggerakkan penonton.
“Aku ingin mencoba hal yang baru sih pasti kan. Selalu kayak, setelah berkaca juga dari aku manggung-manggung gitu kan, membawakan laguku yang sudah-sudah, kayak rasanya oh kayaknya perlu beberapa lagu yang lebih bisa nge-build up crowd-nya, momennya gitu kayak penontonnya,” jelas Bernadya saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026). “Jadi oh kita bikin lagu yang ke arah sana gitu, jadi kayak berkaca dari panggung-panggung yang udah-udah,” tambahnya. Keinginan untuk bereksplorasi ini semakin diperkuat dengan adanya Bernadya Gandeng Baskara Hindia hingga Perunggu di Album Baru, Usung Musik Era 2000-an.
Sentuhan Nostalgia Musik Era 2000-an
Salah satu daya tarik utama dari album “Semoga Hanya di Mimpi” adalah nuansa musik era 2000-an yang kental terasa. Inspirasi ini muncul secara tak terduga ketika Bernadya mendengarkan kembali album Audy Item, yang seketika membangkitkan memori dan nostalgia masa lalu. Untuk menangkap esensi musik 2000-an yang luas dan beragam, Bernadya memutuskan untuk mengumpulkan berbagai perspektif dari para produser yang terlibat.
“Ternyata 2000-an itu luas banget ya ternyata. Makanya aku mengajak banyak produser untuk mengumpulkan 2000-an berdasarkan perspektif masing-masing produser. Ternyata hasilnya warna-warni. Tapi surprisingly orang menangkap maksudku,” tutur Bernadya. Hasilnya adalah album yang kaya akan warna musik, di mana setiap produser berhasil menerjemahkan visi Bernadya tentang era 2000-an dengan cara mereka sendiri, namun tetap terasa harmonis dan sesuai dengan maksud sang penyanyi. Pengalaman Bernadya Gandeng Baskara Hindia hingga Perunggu di Album Baru, Usung Musik Era 2000-an ini terbukti berhasil.
Daftar Lagu dalam Album “Semoga Hanya di Mimpi”
Album “Semoga Hanya di Mimpi” secara total berisi sepuluh lagu yang siap menemani pendengar dalam perjalanan emosional Bernadya. Kesepuluh lagu ini telah tersedia di berbagai platform streaming online sejak 24 Juni 2026.
- Laut yang Tenang
- Peluk Aku Sekarang!
- Lawan Waktu dan Jarak
- Wanita Tak Punya Malu
- Kita Buat Menyenangkan
- Menyenangkan Mengenalmu
- Rabun Jauh
- Tolong Bilang Ini Mimpi
- Sebelum Jadi Panjang
- Belum Sempat Kenal
Rilisnya album ini menjadi bukti nyata dari perkembangan artistik Bernadya. Dengan kolaborasi yang solid dan eksplorasi genre yang berani, Bernadya membuktikan bahwa ia mampu menghadirkan karya yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga relevan dan menyentuh hati pendengarnya. Pengalaman Bernadya Gandeng Baskara Hindia hingga Perunggu di Album Baru, Usung Musik Era 2000-an ini diharapkan dapat memberikan warna baru dalam industri musik Indonesia dan mengobati kerinduan pendengar akan musik bernuansa nostalgia.









Tinggalkan komentar