Transformasi Besar-besaran BUMN Dimulai: Prabowo Janji Tutup Ratusan Perusahaan BUMN, Nasib Karyawan Diklaim Aman
Nusamedia – 06 Juli 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengutarakan rencana ambisius untuk merampingkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan banyak pihak, Prabowo mengindikasikan akan menutup ratusan perusahaan BUMN yang dinilai tidak efisien, dengan target menyisakan sekitar 250 perusahaan saja. Namun, kekhawatiran mengenai nasib ribuan karyawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut segera ditepis. Jaminan bahwa seluruh karyawan akan tetap dipertahankan menjadi sorotan utama dalam rencana transformasi besar ini.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI). Ia mengungkapkan bahwa saat ini jumlah BUMN telah berkurang lebih dari 200 dari total seribu lebih yang ada sebelumnya. “Nantinya kita akan bikin tinggal sekitar 300,” ujar Prabowo, sebelum kemudian mengkonfirmasi kembali target tersebut kepada Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria. Dony mengamini target tersebut dengan menyatakan bahwa jumlah akhir perusahaan negara diharapkan berada di kisaran 250 perusahaan.
Rasionalisasi untuk Efisiensi dan Manfaat Masyarakat
Prabowo Subianto menekankan bahwa perampingan ini sangat diperlukan untuk mengatasi beban biaya operasional yang tinggi pada BUMN. Ia menyoroti bahwa banyak perusahaan negara yang tidak memberikan keuntungan, namun justru membebani anggaran dengan biaya overhead. “Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. Ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung, hanya bayar overhead,” tuturnya dengan tegas. Ia menambahkan bahwa rasionalisasi harus segera diselesaikan agar perusahaan negara dapat beroperasi lebih efisien dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat. Targetnya, transformasi ini dapat selesai dalam dua tahun, menghasilkan tata kelola BUMN yang jauh lebih baik.
Jaminan mengenai nasib karyawan menjadi poin krusial dalam rencana ini. Dony Oskaria secara eksplisit memastikan bahwa proses perampingan BUMN tidak akan diikuti dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Ia menjelaskan bahwa Danantara saat ini tengah melakukan streamlining terhadap sekitar 1.077 perusahaan BUMN menjadi sekitar 200 hingga 300 perusahaan, yang ditargetkan rampung pada tahun 2026. Dony memaparkan bahwa sekitar 52 persen BUMN masih mengalami kerugian dengan total mencapai Rp20 triliun, sehingga konsolidasi menjadi langkah yang tak terhindarkan untuk meningkatkan efisiensi.
Penghematan Fantastis dan Keberpihakan pada Karyawan
Meskipun demikian, Dony Oskaria meyakinkan bahwa seluruh tenaga kerja akan tetap dipertahankan. Ia membandingkan biaya pegawai yang relatif kecil dibandingkan dengan potensi penghematan dari proses restrukturisasi. “Kita hitung, biaya tenaga kerja setahun cuma Rp2 sampai Rp3 triliun. Kalau begitu saya ambil saja semua karyawannya, saya masih hemat Rp47 triliun,” katanya. Ia menegaskan, “Seluruh karyawan tidak akan ada yang kita kurangi. Mereka akan menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan hasil konsolidasi. Kita tidak mau juga menzalimi karyawan karena itu bukan salah mereka.” Pernyataan ini memperkuat komitmen bahwa Prabowo Janji Tutup Ratusan Perusahaan BUMN, Nasib Karyawan Diklaim Aman.
Lebih lanjut, Dony Oskaria memproyeksikan program konsolidasi BUMN ini berpotensi menghasilkan penghematan langsung hingga sekitar Rp50 triliun setiap tahunnya. Penghematan ini akan bersumber dari penghapusan transaksi berlapis antara perusahaan induk, anak usaha, hingga cucu perusahaan yang selama ini terindikasi menimbulkan inefisiensi. Sebagai contoh, penggabungan sejumlah subholding di lingkungan Pertamina telah berhasil menciptakan efisiensi sebesar 600 hingga 700 juta dolar AS. Langkah serupa akan direplikasi di kelompok usaha BUMN lainnya sebagai bagian dari upaya menciptakan perusahaan negara yang lebih ramping, sehat, efisien, dan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian nasional. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menata ulang aset negara, di mana Prabowo Janji Tutup Ratusan Perusahaan BUMN, Nasib Karyawan Diklaim Aman menjadi landasan utama kebijakan ini.
Transformasi ini diharapkan tidak hanya menyehatkan keuangan negara, tetapi juga meningkatkan daya saing BUMN di kancah global. Dengan fokus pada efisiensi dan tata kelola yang baik, BUMN diharapkan dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia. Rencana Prabowo Janji Tutup Ratusan Perusahaan BUMN, Nasib Karyawan Diklaim Aman ini menjadi babak baru dalam reformasi BUMN yang patut dicermati perkembangannya.









Tinggalkan komentar