Nusamedia – 13 Juli 2026 | Di tengah tantangan geografis yang ekstrem, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) bersama Danantara Indonesia mengukir sejarah baru dalam pemerataan akses keuangan. Kolaborasi strategis ini berhasil memperluas jangkauan pelayanan hingga ke 516 jaringan di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Langkah ini menegaskan komitmen untuk menghadirkan keadilan ekonomi di penjuru negeri yang selama ini sulit dijangkau oleh layanan keuangan formal.
Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia kerap menjadi batu sandungan bagi masyarakat di wilayah 3T. Perjalanan berjam-jam melintasi laut, mendaki gunung, menembus hutan, atau menunggu cuaca bersahabat menjadi gambaran umum upaya masyarakat untuk sekadar mengakses layanan keuangan. Kawasan seperti pulau-pulau kecil di Natuna, Kepulauan Talaud, Maluku, dataran tinggi Papua, pedalaman Kalimantan, hingga desa-desa perbatasan di Nusa Tenggara, menghadapi tantangan nyata dalam mendapatkan kesempatan ekonomi yang setara. Namun, di tengah keterbatasan inilah PT Permodalan Nasional Madani (Persero) hadir dengan semangat kontribusi bagi negeri.
Direktur Utama PNM, Kindaris, dalam keterangannya di Jakarta pada Senin (13/7/2026) menyatakan, “PNM hadir melalui 4.035 unit di seluruh Indonesia, dan 516 di antaranya secara khusus menjangkau wilayah 3T. Ini berarti lebih dari 10% jaringan pelayanan kami berada di wilayah-wilayah dengan medan yang penuh tantangan.” Ia menambahkan bahwa ketika masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro, mendapatkan akses pembiayaan dan pendampingan, yang tumbuh bukan hanya usaha mereka, tetapi juga rasa percaya diri, kemandirian keluarga, hingga perputaran ekonomi desa. Oleh karena itu, memperluas jangkauan layanan ke wilayah 3T bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan wujud nyata penghadiran keadilan ekonomi.
Di bawah naungan Danantara Indonesia, PNM memandang momentum transformasi ini sebagai peluang emas untuk memperkuat perannya sebagai agen pembangunan. Dukungan ekosistem Danantara membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, mempercepat inovasi layanan, memperkuat kapasitas operasional, serta mendorong sinergi antar BUMN. Tujuannya adalah agar akses pembiayaan dan pemberdayaan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang selama ini berada di luar radar layanan keuangan formal. Keberhasilan PNM bareng Danantara, pembiayaan ini perluas pelayanan hingga 516 jaringan di wilayah 3T, menjadi bukti nyata komitmen tersebut.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengimbau agar dukungan pembiayaan terus diarahkan pada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui pemberdayaan UMKM. Bagi PNM, pembiayaan hanyalah langkah awal. Keunggulan mereka terletak pada keberlanjutan pemberdayaan.
Pendekatan holistik yang diterapkan PNM meliputi pendampingan usaha, penguatan kapasitas kewirausahaan, literasi keuangan, hingga pembangunan karakter. Fondasi inilah yang memastikan setiap pembiayaan benar-benar mampu mengubah kualitas hidup nasabah. Pendekatan ini telah memungkinkan jutaan perempuan prasejahtera tidak hanya bertahan dalam menjalankan usahanya, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan menjadi motor penggerak ekonomi di lingkungan mereka.
Transformasi yang dijalankan PNM juga sejalan dengan semangat “Melayani Sepenuh Hati” yang diusung Danantara melalui program Danantara Indonesia CX100. Program ini mendorong seluruh BUMN untuk membangun pengalaman pelanggan yang unggul, dengan menempatkan kualitas pengalaman masyarakat sebagai ukuran utama keberhasilan pelayanan, bukan semata-mata capaian operasional. Semangat ini telah lama tertanam dalam cara PNM berinteraksi dengan masyarakat. Account Officer bukan sekadar petugas lapangan, melainkan pendamping yang mengenal kondisi nasabah, memahami tantangan mereka, dan tumbuh bersama dalam setiap proses pemberdayaan.
Ke depan, nilai-nilai CX100 akan semakin memperkuat budaya pelayanan ini, memastikan setiap interaksi dengan nasabah menghadirkan pengalaman yang mudah, tepat, hangat, dan bermakna. “Keberhasilan PNM tidak diukur dari seberapa jauh kami menyalurkan pembiayaan, tetapi seberapa jauh kami mampu menghadirkan harapan hingga ke wilayah yang paling sulit dijangkau. Di bawah naungan Danantara, kami memiliki optimisme yang lebih besar untuk memperluas akses pembiayaan dan pemberdayaan hingga pelosok Indonesia,” tambah Kindaris. Kolaborasi bareng Danantara, pembiayaan ini perluas pelayanan hingga 516 jaringan di wilayah 3T, menegaskan visi ini.
Setiap perempuan prasejahtera berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh. PNM berkomitmen mendukung transformasi Danantara dengan memastikan setiap layanan PNM tidak hanya efektif dan mudah diakses, tetapi juga memberikan pengalaman yang hangat, manusiawi, dan berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Dengan terus memperluas jangkauan layanan bareng Danantara, pembiayaan ini perluas pelayanan hingga 516 jaringan di wilayah 3T, PNM berupaya memastikan tidak ada satu pun masyarakat yang tertinggal hanya karena letak geografisnya. Ketika akses layanan keuangan mampu menembus pegunungan, pulau-pulau kecil, kawasan perbatasan, dan desa-desa terpencil, maka pembangunan ekonomi tidak lagi bersifat eksklusif, melainkan benar-benar inklusif.
Upaya PNM bareng Danantara, pembiayaan ini perluas pelayanan hingga 516 jaringan di wilayah 3T, menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera dari Sabang sampai Merauke.









Tinggalkan komentar