Emosi Memuncak di Balik Layar
Nusamedia – 15 Juli 2026 | Jakarta – Momen menyentuh tak terhindarkan mewarnai proses produksi film terbaru berjudul Andai Waktu Bisa Diulang Kembali. Aktris muda Davina Karamoy tak kuasa menahan tangis saat membaca skenario film yang dibintanginya. Pengalaman mendalam ini bahkan membuatnya ikut merasakan penderitaan karakter yang diperankannya, Dinar Semesta. Pengalaman haru ini menjadi gambaran awal betapa kuatnya narasi yang dihadirkan dalam film garapan sutradara M. Amrul Ummami.
Davina Karamoy mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada film ini sudah muncul sejak awal pertemuan dengan tim produksi. Skenario yang begitu menyentuh hati langsung memikat perhatiannya. Momen puncak emosional terjadi pada sesi reading pertama. Davina menceritakan bagaimana seluruh pemain utama turut larut dalam kesedihan saat membacakan naskah bersama. “Dari pertama kali meeting dengan Mas Ghifari dan Mas Amrul dan yang lain, aku udah tertarik banget dengan skenarionya, dengan script-nya yang sangat menyentuh hati. Pun pada saat reading hari pertama, kita semua reading kita semua tuh nangis cast-cast-nya,” ujar Davina Karamoy saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026).
Kesedihan yang dirasakan Davina bukan tanpa alasan. Jalan cerita yang kompleks dan penuh tantangan membuatnya bersyukur atas kepercayaan yang diberikan untuk memerankan karakter Dinar. Ia merasa terhormat bisa menjadi bagian dari proyek produksi Langit Pictures dan FMM Studio ini. “Pastinya bersyukur banget dan seneng banget bisa dipercaya untuk memerankan karakter Dinar ini sih dengan cerita yang lumayan kompleks dan menantang untuk aku,” ungkapnya.
Membangun Chemistry di Antara Persahabatan
Dalam film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali, Davina Karamoy beradu akting dengan Farhan Rasyid yang memerankan karakter Faiz. Keduanya dituntut untuk membangun chemistry yang kuat sebagai pasangan kekasih. Namun, Davina mengaku tidak mengalami kesulitan dalam hal ini. Justru, tantangan terbesarnya adalah menahan tawa saat beradegan.
Hal ini dikarenakan Davina dan Farhan sudah menjalin pertemanan dekat di kehidupan nyata sebelum terlibat dalam proyek film ini. “Kalau ditanya kayak susah nggak sih build chemistry sama Farhan gitu? Malah aku lebih ke susahnya nahan tawanya aja sih gitu. Jadi di mana kita tuh di real life yang bener-bener temen tapi kalau di frame kan Dinar itu sangat introvert ya,” jelas Davina.
Perbedaan karakter antara Dinar yang introvert dengan kepribadian Davina yang lebih terbuka di luar peran menjadi salah satu aspek menarik dalam pembentukan chemistry mereka di layar kaca. Momen Davina Karamoy nangis berjamaah demi film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali ini semakin menegaskan dedikasinya dalam menghidupkan karakternya.
Kisah Dinar: Perjuangan Melawan Waktu dan Penyesalan
Film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali mengangkat kisah Dinar (Davina Karamoy) yang tengah dilanda asmara dengan Faiz (Farhan Rasyid). Namun, kebahagiaan mereka diuji oleh berbagai permasalahan pelik yang dihadapi Dinar. Ia berjuang keras menghadapi tunggakan biaya kuliah, utang warisan dari sang ayah, serta kondisi ibunya yang menderita kanker otak stadium empat.
Tekanan hidup yang semakin berat mendorong Dinar untuk membuat keputusan yang keliru. Keputusan tersebut akhirnya menimbulkan penyesalan mendalam, memunculkan keinginan kuat untuk bisa memutar kembali waktu dan memperbaiki segala kesalahan. Penggambaran perjuangan Dinar ini menjadi inti cerita yang diharapkan dapat menyentuh hati penonton.
Film yang diprediksi akan menguras air mata ini dijadwalkan akan tayang di bioskop pada tanggal 30 Juli 2026. Antusiasme publik terhadap film yang menampilkan momen Davina Karamoy nangis berjamaah demi film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali ini patut dinantikan perkembangannya.
Keterlibatan Davina Karamoy dalam proyek ini bukan hanya sekadar memerankan sebuah karakter, melainkan sebuah pendalaman emosi yang mendalam. Pengalaman Davina Karamoy nangis berjamaah demi film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali menjadi bukti nyata betapa ia totalitas dalam berakting. Film ini diharapkan dapat memberikan warna baru dalam industri perfilman Indonesia dengan cerita yang relevan dan akting yang memukau.









Tinggalkan komentar