Nusamedia – 14 Agustus 2026 | Sleman, Yogyakarta – Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, inisiatif BRI Peduli Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Posyandu Sleman kini menjadi kenyataan. Komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), diwujudkan melalui pembangunan Posyandu Matahari di Desa Hargobinangun, Dusun Kaliurang Barat, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Peresmian posyandu yang berlokasi strategis di lereng Gunung Merapi ini menandai dimulainya implementasi Program Desa Brilian 1000 HPK di wilayah tersebut.
Acara peresmian yang berlangsung pada Selasa (4/8) dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan penting, termasuk Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, dr. Niken Wastu Palupi; Direktur Eksekutif Rabu Biru Foundations, Toro Sudarmadi; dan Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, beserta jajaran pejabat lainnya. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa kehadiran Posyandu Matahari bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol nyata dari komitmen BRI dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.
Posyandu Matahari: Lebih dari Sekadar Pelayanan Rutin
Posyandu memegang peranan krusial sebagai garda terdepan layanan kesehatan primer yang menjangkau langsung ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita. Melalui inisiatif BRI Peduli Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Posyandu Sleman, diharapkan Posyandu Matahari tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan rutin. Lebih dari itu, posyandu ini dirancang menjadi pusat edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak dini.
Program ini secara spesifik berfokus pada revitalisasi layanan Posyandu melalui berbagai pendekatan strategis. Peningkatan kapasitas para kader Posyandu menjadi prioritas utama, memastikan mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Selain itu, pemanfaatan inovasi dan teknologi dalam pelayanan juga didorong untuk efisiensi dan efektivitas. Penguatan edukasi kesehatan dan gizi, serta pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi kelompok sasaran menjadi elemen penting lainnya. Tak ketinggalan, pengembangan ketahanan pangan berbasis masyarakat melalui budidaya ikan sebagai sumber protein bergizi juga menjadi bagian integral dari program ini.
Dengan pendekatan holistik ini, Posyandu Matahari diharapkan mampu memberikan layanan yang jauh lebih berkualitas dan berkelanjutan. Kontribusi terhadap percepatan penurunan angka stunting serta peningkatan kesehatan ibu dan anak menjadi target utama yang ingin dicapai. “Kami percaya bahwa ketika masyarakat tumbuh sehat dan sejahtera, maka desa akan semakin maju, ekonomi akan semakin kuat, dan masa depan bangsa akan semakin cerah. Melalui BRI Peduli, kami akan terus berupaya menghadirkan program-program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia,” ujar Dhanny.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Desa dan Masyarakat
Kepala Desa Hargobinangun, Amin Sarjito, menyambut baik inisiatif Program Desa Brilian 1000 Hari Pertama Kehidupan. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap BRI Peduli yang telah berkontribusi dalam peningkatan kualitas layanan Posyandu, menjadikannya lebih baik dan nyaman bagi masyarakat. “Kami berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan Posyandu demi kesehatan ibu dan anak,” ungkapnya.
Kehadiran BRI Peduli tidak hanya sebatas pada peningkatan infrastruktur dan layanan, tetapi juga mencakup pendampingan kepada para orang tua. Tujuannya adalah agar mereka lebih siap dalam menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak dini. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak. Keberhasilan ini menegaskan kembali komitmen BRI Peduli Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Posyandu Sleman.
Desa Hargobinangun: Potensi dan Pengembangan Berkelanjutan
Desa Hargobinangun, yang terletak di lereng Gunung Merapi, memiliki potensi besar di sektor pariwisata, pertanian, serta pemberdayaan masyarakat. Berbagai potensi tersebut terus dikembangkan melalui penguatan tata kelola pemerintahan desa, pengembangan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas layanan dasar bagi warga. Upaya inilah yang mengantarkan Desa Hargobinangun menjadi salah satu dari 40 Besar Desa Brilian 2023, sebuah program BRI yang mendorong desa untuk terus meningkatkan kapasitas tata kelola, inovasi, dan pembangunan yang berkelanjutan.
Keberhasilan Desa Hargobinangun dalam program Desa Brilian menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga keuangan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan perubahan positif. Inisiatif BRI Peduli Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Posyandu Sleman merupakan salah satu contoh konkret bagaimana sektor swasta dapat berperan aktif dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang membutuhkan perhatian lebih.









Tinggalkan komentar