Pemerintah Beri Dana SAL, BRI: Ini Positif, Perkuat Likuiditas Perbankan
Nusamedia – 30 Juni 2026 | Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyambut antusias kebijakan strategis Pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang kembali mengalokasikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) kepada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah ini dinilai krusial dalam menjaga kecukupan likuiditas perbankan nasional sekaligus memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan optimal guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang kian dinamis.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang kembali diberikan pemerintah kepada BRI dalam penempatan dana SAL. Menurutnya, sinergi antara Kementerian Keuangan dan industri perbankan merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.
“Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada BRI melalui penempatan dana SAL. Kebijakan ini menjadi langkah positif untuk memperkuat likuiditas perbankan sehingga kapasitas intermediasi dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak perekonomian nasional,” ujar Hery, Senin (29/6/2026).
Hery menambahkan, apabila kebijakan penempatan dana SAL ini terealisasi, tambahan likuiditas yang diterima akan dimanfaatkan secara optimal oleh BRI. Pemanfaatan ini akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent banking) dan manajemen risiko yang baik. Penyaluran pembiayaan akan tetap diarahkan secara selektif kepada sektor-sektor produktif, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini menjadi fokus utama BRI. Pertimbangan penyaluran akan didasarkan pada kualitas kredit serta kebutuhan pembiayaan yang riil di perekonomian.
Tambahan likuiditas yang disalurkan melalui dana SAL ini berpotensi memperkuat kapasitas intermediasi perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini sejalan dengan permintaan pembiayaan yang sehat serta prospek usaha nasabah di berbagai sektor ekonomi yang terus bertumbuh.
Hingga Maret 2026, total pembiayaan BRI secara bank-only tercatat mencapai Rp1.358 triliun. Mayoritas dari angka fantastis ini disalurkan kepada UMKM dan sektor riil, menunjukkan komitmen kuat BRI dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Ke depan, BRI akan terus berperan aktif dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif yang memiliki multiplier effect signifikan terhadap perekonomian. Peran ini sejalan dengan mandat BRI sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan UMKM dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami akan memastikan setiap penyaluran pembiayaan dilakukan secara terukur agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian. Fokus BRI ialah pada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing ekonomi nasional,” imbuh Hery.
Untuk mengimbangi penyaluran pembiayaan yang masif tersebut, emiten dengan kode saham BBRI ini juga akan terus menggenjot perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK). Fokus utama adalah pada pos dana murah (Current Account dan Savings Account/CASA) melalui penguatan ekosistem digital Perseroan. Inovasi digital diharapkan dapat menarik lebih banyak DPK dan memperkuat basis pendanaan BRI.
Sebagai informasi, pada Juni 2026, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI berencana untuk kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) kepada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga likuiditas sistem perbankan di tengah dinamika perekonomian global dan domestik yang terus berubah.
Adapun, total dana SAL yang akan ditempatkan diperkirakan mencapai Rp400 triliun. Dana ini akan didistribusikan kepada lima bank BUMN, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Penempatan dana ini menegaskan peran vital bank-bank BUMN dalam menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dengan fundamental yang kuat serta fokus pada UMKM, BRI optimistis dapat terus berkontribusi sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” tutup Hery, menegaskan optimisme BRI dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di masa depan, termasuk melalui dukungan dana SAL dari pemerintah.









Tinggalkan komentar