Bukan Sekadar Akting, Adhisty Zara Latihan Lari Profesional Demi Peran di Film ‘Rumah Singgah’

Rosaria

Juli 19, 2026

3
Min Read
Bukan Sekadar Akting, Adhisty Zara Latihan Lari Profesional Demi Peran di Film 'Rumah Singgah'
Bukan Sekadar Akting, Adhisty Zara Latihan Lari Profesional Demi Peran di Film 'Rumah Singgah'

On This Post

Nusamedia – 19 Juli 2026 | Artis peran Adhisty Zara kembali menyapa layar lebar setelah rehat sejenak dari dunia hiburan. Kali ini, Zara dipercaya membintangi film terbaru berjudul ‘Rumah Singgah‘ arahan sutradara Dyan Sunu Prastowo, beradu akting dengan Devano Danendra. Dalam film ini, Zara akan memerankan karakter Karla, seorang atlet lari muda yang berbakat namun divonis mengidap kanker tulang. Untuk menghidupkan perannya secara maksimal, demi film Rumah Singgah, Adhisty Zara berguru teknik lari ke atlet profesional Suryo Agung.

Kesempatan emas ini disambut Zara dengan antusias. Ia mengaku bersyukur dapat belajar langsung dari seorang atlet profesional sekelas Suryo Agung, yang dikenal sebagai pelari tercepat di Asia Tenggara. “Aku Alhamdulillah dikasih kesempatan belajar dengan atlet beneran yaitu Kak Suryo Agung. Wah kita langsung pemenang Asia Tenggara ya pelari tercepat kalau nggak salah,” ujar Adhisty Zara saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (17/7/2026).

Bersama Suryo Agung, Zara tidak hanya mendapatkan pengetahuan umum tentang dunia atlet, tetapi juga mendalami berbagai teknik dasar lari yang benar. Tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko cedera selama proses syuting berlangsung. Ia menyadari perbedaan besar antara lari santai untuk konten media sosial dengan lari yang dilakukan oleh seorang atlet profesional.

“Diajarin beberapa tekniknya kalau habit-nya atlet itu apa, cara mulai dari start-nya ternyata memang semuanya itu apa ya ada caranya gitu. Dan lari-lari beneran itu ternyata beda sama kita lari jogging-jogging ala-ala buat story kan? Iya bener,” jelas Zara, menekankan betapa pentingnya fondasi teknis dalam olahraga lari.

Perjalanan Adhisty Zara dalam mendalami peran Karla tidak berhenti pada aspek fisik sebagai atlet lari. Ia juga harus mempersiapkan diri secara mental dan emosional untuk memerankan seorang pasien kanker. Untuk itu, Zara melakukan observasi mendalam dengan berinteraksi langsung bersama para pejuang kanker dan mengunjungi rumah singgah yang menjadi latar cerita film.

“Kita datang juga ke Rumah Singgah untuk observasi gitu, untuk melihat di sana itu gimana para pasiennya, caregiver-nya, dapet apa aja gitu. Terus kita tuh ada acting coach juga yang membantu kita untuk bikin grafik-grafik dari awal karena baru kali ini aku dapet peran jadi pasien kanker,” ungkapnya.

Film ‘Rumah Singgah’ sendiri mengisahkan perjalanan Karla (Adhisty Zara), seorang pelari muda berbakat yang harus menghadapi kenyataan pahit ketika didiagnosis menderita kanker tulang. Perawatan khusus yang dijalaninya membawanya ke sebuah Rumah Singgah yang dikelola oleh Bu Andin (Dewi Irawan). Awalnya, Karla bersikap tertutup dan menolak berinteraksi. Namun, perlahan ia mulai membuka diri terhadap penghuni lain di rumah singgah tersebut, seperti Toni (Ciccio Manassero), Pika (Messi Gusti), Mang Didu (Aming), dan Luki (Devano). Mereka menjadi sosok penuntun emosional bagi Karla, membimbingnya melewati fase penyangkalan, kemarahan, hingga akhirnya menerima takdirnya. Bersama-sama, mereka berjuang untuk mewujudkan mimpi terakhir mereka.

Persiapan matang yang dilakukan Adhisty Zara, termasuk berguru teknik lari profesional, menunjukkan komitmennya dalam memberikan penampilan terbaik. Hal ini diharapkan dapat membuat karakter Karla terasa hidup dan menyentuh hati para penonton. Film ‘Rumah Singgah’ dijadwalkan akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 27 Agustus 2026.

Upaya Adhisty Zara untuk mendalami perannya di film ‘Rumah Singgah’ ini patut diapresiasi. Kolaborasinya dengan atlet profesional Suryo Agung dalam mempelajari teknik lari profesional menjadi salah satu bukti dedikasi aktris muda ini. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya pengetahuannya sebagai seorang aktris, tetapi juga memberikan perspektif baru tentang perjuangan seorang atlet dan individu yang menghadapi penyakit serius. Film ini diharapkan dapat menjadi tontonan yang inspiratif dan menggugah emosi penonton.

Tinggalkan komentar

Related Post