Nusamedia – 14 Agustus 2026 | Perjalanan kreatif Reza Arap dalam menggarap film terbarunya, ‘Harusnya Horror‘, ternyata menyimpan cerita di balik layar yang tak kalah menegangkan dari genre filmnya. Cerita Reza Arap garap film Harusnya Horror, syuting pakai sling meski takut ketinggian, menjadi salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi. Pria yang akrab disapa Arap ini mengaku harus bergelantungan menggunakan sling selama berjam-jam, sebuah pengalaman yang sangat menakutkan baginya mengingat ia memiliki fobia ketinggian.
Dalam sebuah kesempatan wawancara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026), Arap menceritakan betapa sulitnya menjalani adegan tersebut. “Iya, satu itu pake sling, itu jujurly aku bener-bener takut ketinggian. Takut ketinggian dan itu challenge juga, udah nge-direct, main film, terus pake sling, sling-nya tingginya 7 meter itu dan itu sakit,” ungkapnya.
Rasa takut akan ketinggian rupanya menjadi musuh utama Arap selama proses syuting. Ia berusaha keras untuk meminimalkan jumlah pengambilan gambar ulang (retake) demi mengurangi durasi berada dalam posisi yang membuatnya tidak nyaman. Namun, kenyataan di lapangan tak selalu sesuai rencana. Banyak adegan yang menuntut pengulangan demi hasil yang maksimal.
“Waktu itu sebisa mungkin nggak nge-retake ulang-ulang, tapi akhirnya retake ulang-ulang karena susah Kak. Tujuh kali mungkin, paling banyak take-nya di sling itu, sisanya aku jarang retake. Bukan sombong ya, awas lho, bukan sombong,” tegasnya, menunjukkan determinasi di tengah ketakutan yang ia rasakan.
Keputusan Arap untuk terjun langsung sebagai sutradara sekaligus bintang utama dalam ‘Harusnya Horror’ diakui sebagai langkah nekat. Ia tidak memiliki referensi khusus saat memutuskan untuk menggarap film ini. “Jujur iya (nekat). Kalau kata anak-anak gokil. Karena kan selesai Marapthon atau selesai streaming yang pas season 2 tuh harusnya kan ya take break, istirahat atau apa, tapi malah jumping ke film gitu,” tuturnya.
Lebih lanjut, Arap menjelaskan bahwa ‘Harusnya Horror’ ini menjadi gerbang awal bagi rekan-rekannya di AAAClan untuk mengeksplorasi dunia seni peran. Dukungan dari timnya menjadi salah satu faktor penting yang memotivasinya. “Kebetulan anak-anak support juga, merekanya juga seneng juga dapet skill set yang baru juga ngerasain hal-hal baru juga yaitu akting. Jadinya ya, jadilah film ini,” pungkasnya.
Film ‘Harusnya Horror’ dijadwalkan akan mulai menyapa penonton di bioskop pada 20 Agustus 2026. Penonton dapat menantikan penampilan Reza Arap dalam sebuah proyek yang tampaknya akan menguji batas ketakutan dan kemampuannya sebagai seorang kreator film.
Pengalaman unik ini semakin memperkaya cerita Reza Arap garap film Harusnya Horror, syuting pakai sling meski takut ketinggian. Ia membuktikan bahwa dedikasi terhadap karya seni terkadang mengharuskan seseorang untuk menghadapi ketakutan terbesarnya demi sebuah hasil yang memuaskan. Keputusan berani ini diharapkan dapat memberikan warna baru dalam industri perfilman horor Indonesia.
Kisah di balik layar ‘Harusnya Horror’ ini menjadi bukti nyata bahwa di balik setiap karya yang menghibur, ada perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan oleh para seniman. Cerita Reza Arap garap film Harusnya Horror, syuting pakai sling meski takut ketinggian, menjadi salah satu narasi menarik yang patut diapresiasi dalam industri hiburan tanah air. Semangat dan keberanian Reza Arap patut menjadi inspirasi.









Tinggalkan komentar