Tragis! Latsarmil Telan Korban, Calon Manajer Kopdes Berhenti Latihan Menembak

Rosaria

Juli 4, 2026

3
Min Read
Tragis! Latsarmil Telan Korban, Calon Manajer Kopdes Berhenti Latihan Menembak
Tragis! Latsarmil Telan Korban, Calon Manajer Kopdes Berhenti Latihan Menembak

On This Post

Nusamedia – 04 Juli 2026 | Jakarta – Kabar duka menyelimuti program pelatihan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Latsarmil Telan Korban, lima calon manajer KDKMP dilaporkan meninggal dunia dalam rangkaian kegiatan latihan dasar kemiliteran (Latsarmil). Kejadian tragis ini sontak membuat Kementerian Pertahanan mengambil langkah tegas. Latihan yang semula berfokus pada aspek kemiliteran kini diubah haluannya menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi perubahan tersebut pada Senin kemarin. “Saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi,” ujarnya. Perubahan ini dilakukan demi memprioritaskan keselamatan dan kesehatan para peserta yang dipersiapkan menjadi garda terdepan pengelolaan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Lebih lanjut, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa kegiatan fisik dan pelatihan yang bersifat kemiliteran akan diminimalkan. Salah satu perubahan paling signifikan adalah dihentikannya kegiatan menembak dari rangkaian latihan. Hal ini menjadi respons langsung atas insiden memilukan yang membuat Latsarmil Telan Korban. Fokus utama kini digeser untuk membangun kompetensi manajerial dan karakter peserta.

Pergeseran Fokus Pelatihan

Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa esensi pelatihan tetap terjaga, namun dengan penekanan yang berbeda. “Fokus kegiatan diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi,” papar Rico. Dengan demikian, para calon manajer diharapkan tidak hanya memiliki bekal kemiliteran dasar, tetapi juga kemampuan yang mumpuni dalam mengelola roda perekonomian di tingkat lokal.

Perubahan ini juga mencakup perhatian yang lebih mendalam terhadap kondisi kesehatan para peserta. Kemhan berkomitmen untuk memastikan setiap tahapan pendidikan berjalan lancar dan aman. “Kemhan juga akan memperhatikan kondisi kesehatan peserta demi memastikan proses pendidikan para calon pengelola koperasi bisa berjalan aman dan tertib,” tegas Rico. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Evaluasi Menyeluruh Program

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dilaporkan telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Latsarmil yang diperuntukkan bagi calon manajer Koperasi Merah Putih. Evaluasi ini menjadi dasar pengambilan keputusan untuk menghentikan aspek-aspek latihan yang berpotensi menimbulkan risiko tinggi, terutama setelah peristiwa Latsarmil Telan Korban yang menimbulkan keprihatinan mendalam.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sendiri merupakan inisiatif strategis dari Kementerian Pertahanan untuk memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan koperasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi di pedesaan dan kelurahan, serta menumbuhkan semangat bela negara di kalangan masyarakat. Namun, tragedi yang terjadi menuntut adanya peninjauan ulang terhadap metode pelaksanaannya.

Keputusan untuk menghentikan latihan menembak dan mengurangi intensitas latihan fisik lainnya merupakan bukti nyata komitmen Kemhan dalam menjaga keselamatan jiwa. Pengalaman pahit Latsarmil Telan Korban menjadi pelajaran berharga yang mendorong reformasi dalam program pelatihan. Diharapkan, dengan penyesuaian ini, para calon manajer KDKMP dapat menyelesaikan pelatihan dengan bekal yang lebih relevan dan aman, siap mengemban tugasnya tanpa mengorbankan keselamatan.

Meskipun fokus bergeser, aspek pembentukan karakter dan kedisiplinan yang menjadi ciri khas latihan kemiliteran tetap dipertahankan. Namun, kini dikemas dalam bentuk yang lebih sesuai dengan tujuan utama program, yaitu mencetak manajer koperasi yang handal dan berintegritas. Dengan demikian, tragedi Latsarmil Telan Korban diharapkan dapat menjadi titik balik positif bagi perbaikan program pelatihan di masa depan, memastikan bahwa pemberdayaan masyarakat berjalan seiring dengan perlindungan nyawa.

Tinggalkan komentar

Related Post