Nusamedia – 15 Juli 2026 | Sebuah gebrakan baru dalam perfilman horor Indonesia akan segera hadir. Rumah produksi Lasisi Pictures secara resmi mengumumkan jajaran pemain untuk film terbarunya yang bertajuk Sofia. Film yang menjanjikan pengalaman horor psikologis mendalam ini akan menampilkan duel akting memukau dari para bintang ternama, termasuk Anantya Kirana hingga Wulan Guritno adu peran di film Sofia, hadapi kekerasan mengerikan. Anantya Kirana didapuk sebagai pemeran utama, memerankan karakter Sofia, seorang anak dari pasangan yang diperankan oleh Wulan Guritno dan aktor kawakan Nugie.
Sutradara Adis Kayl mengungkapkan bahwa proses pemilihan jajaran pemain untuk film ini memakan waktu dan upaya yang tidak sedikit. “Karena film ini based on character-driven di mana cerita bergerak melalui karakter, jadinya perjalanan casting-nya cukup panjang,” ujar Adis saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026). Meskipun melalui proses yang panjang, Adis mengaku terkejut dan bahagia atas keberhasilannya menemukan talenta-talenta yang mampu melengkapi dan menghidupkan film Sofia. Tidak hanya Anantya Kirana dan Wulan Guritno, film ini juga akan diramaikan oleh Kiki Narendra, Carissa Perusset, Leony, Habil Nugraha, hingga Ayu Diandra.
“Dan aku merasa bukan aku yang menemukan mereka, tapi kita saling menemukan. Dan itu bisa bikin makin mantap, makin merasa mereka tepat dan yakin bahwa mereka bisa menghidupkan karakter di film Sofia ini,” tutur Adis, menambahkan optimisme terhadap kualitas akting para pemainnya. Kolaborasi para aktor ini diharapkan dapat membawa nuansa baru dan kedalaman emosional pada setiap karakter yang mereka perankan, terutama dalam menghadapi tema sensitif yang diusung oleh film ini.
Mengupas Akar Kekerasan yang Terabaikan
Benjamin, selaku penulis naskah film Sofia, menjelaskan bahwa ide awal pembuatan film ini terinspirasi dari fenomena kekerasan yang kerap kali dianggap normal meskipun telah berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Ia melihat bahwa fenomena pembiaran terhadap kekerasan semacam ini sudah tidak lagi dapat ditoleransi. “Dan yang juga nanti dibawa di sini adalah bagaimana semua karakter bisa sampai di point of that justification dan how dari sisi karakter utama kita, Sofia, dan dari sisi orang-orang sekitarnya, how, how we deal with that and how tragedies occur around that,” papar Benjamin.
Benjamin bertekad bahwa setiap karakter dalam film Sofia akan berusaha untuk mematahkan siklus pembiaran kekerasan tersebut melalui cara mereka masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa film ini tidak hanya sekadar menyajikan adegan-adegan yang menakutkan, tetapi juga menggali lapisan psikologis yang kompleks dari para tokohnya dalam menghadapi trauma dan tekanan.
Harapan untuk Perubahan Sosial
Lebih lanjut, Benjamin menyuarakan harapan besar agar film Sofia dapat memberikan kontribusi positif dalam menghentikan kekerasan berulang yang terjadi di dunia nyata. “Supaya buat kita nggak terjadi juga di dunia nyata dan nggak akan keulang lagi. Because history repeats itself and hopefully this helps with that,” pungkasnya. Melalui narasi yang kuat dan penampilan akting yang memukau dari Anantya Kirana hingga Wulan Guritno adu peran di film Sofia, hadapi kekerasan mengerikan, film ini diharapkan dapat menjadi refleksi bagi penonton dan memicu diskusi mengenai pentingnya kesadaran dan tindakan dalam melawan segala bentuk kekerasan.
Kehadiran Anantya Kirana hingga Wulan Guritno adu peran di film Sofia, hadapi kekerasan mengerikan, menjadi salah satu daya tarik utama yang patut dinantikan. Para penggemar horor psikologis akan disuguhkan dengan cerita yang tidak hanya mencekam, tetapi juga sarat makna dan mampu menggugah kesadaran. Dengan deretan aktor berkualitas dan cerita yang relevan dengan isu sosial, film Sofia berpotensi besar untuk menjadi salah satu film horor yang paling diperbincangkan tahun ini.









Tinggalkan komentar