Nusamedia – 04 Oktober 2026 | Menjadi pocong di film horor bukan perkara mudah. Aktor peran Dito Darmawan membuktikannya dengan totalitas luar biasa saat menjalani syuting film ‘Conjurig’. Demi menghidupkan karakter Piit, seorang karyawan yang banting setir menjadi cosplayer pocong di Alun-Alun Bandung, Dito Darmawan rela dirias selama kurang lebih dua jam setiap harinya. Proses ini bukan sekadar polesan biasa, melainkan heavy makeup yang membutuhkan ketelatenan dan kesabaran ekstra.
Perjuangan Dito Darmawan untuk Jadi Pocong di Conjurig, Dito Darmawan Rela Dirias Selama 2 Jam ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam kariernya. Ia mengungkapkan bahwa dalam sehari, ia harus menyisihkan waktu dua jam penuh hanya untuk proses riasan wajah agar penampilannya benar-benar menyerupai pocong sungguhan. “Itu heavy makeup setiap hari, terus setiap hari juga aku spend 2 jam sebelum mulai take untuk make up-an doang,” ujar Dito saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Proses yang memakan waktu lama ini justru membawa berkah tersendiri bagi Dito. Saking seringnya menjalani proses riasan yang rumit, ia mulai terbiasa dan bahkan bisa melakukan sebagian besar proses riasan itu sendiri. Pengalaman ini menjadi sebuah pencapaian pribadi baginya. “Sampai di suatu titik aku udah udah make up-an sendiri gitu, sampai bisa. Jadi itu udah jadi challenge sendiri,” ungkapnya dengan nada bangga.
Lebih lanjut, Dito menjelaskan bahwa teknik riasan yang digunakan tidak hanya sekadar aplikasi cat wajah biasa. Ada berbagai teknik khusus yang diterapkan, termasuk penggunaan airbrush atau teknik semprot yang membutuhkan kontrol napas yang baik. Dito harus menahan napasnya agar cat yang disemprotkan tidak terhirup masuk ke dalam hidung, sebuah detail kecil yang menambah tingkat kesulitan dalam proses tersebut. “Jadi sebelumnya ada tes makeup dulu, terus habis itu ya kita digambar, disemprot, terus habis itu aku harus banyak tahan napas karena takutnya masuk hidung ya, catnya,” jelasnya.
Meskipun harus menggunakan riasan tebal dan berbagai teknik aplikasi, Dito memastikan bahwa kondisi kulitnya tetap terjaga. Ia mengaku tidak mengalami luka maupun iritasi berarti. Kunci utamanya adalah perawatan kulit yang seimbang antara proses syuting dan rutinitas perawatan harian. “Enggak sih, karena maintenance aku juga oke, ya. Enggak sih, aman sih lumayan kulitku,” tuturnya.
Film ‘Conjurig’ sendiri merupakan karya terbaru yang disutradarai oleh Tubagus Deddy. Film ini dijadwalkan akan mulai tayang di bioskop pada tanggal 1 Oktober 2026. Dengan penampilan Dito Darmawan yang totalitas, film ini diprediksi akan menjadi salah satu tontonan horor yang wajib dinantikan oleh para penggemar genre ini. Transformasi Dito Darmawan menjadi pocong yang memakan waktu dua jam ini menunjukkan dedikasinya dalam dunia perfilman Indonesia, membuktikan bahwa menjadi pocong di ‘Conjurig’ adalah sebuah tantangan yang ia sambut dengan sepenuh hati.
Kisah Piit yang menjadi cosplayer pocong di Alun-Alun Bandung dalam film ‘Conjurig’ memang menarik untuk diikuti. Keputusan Dito Darmawan untuk mendalami peran ini, termasuk kesediaannya menjalani proses riasan yang panjang setiap hari, menegaskan komitmennya sebagai seorang aktor. Pengalaman menjalani proses Jadi Pocong di Conjurig, Dito Darmawan Rela Dirias Selama 2 Jam ini tidak hanya menguji fisik dan mentalnya, tetapi juga membuktikan bahwa profesionalisme dalam industri hiburan seringkali membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit. Para penonton pun diharapkan dapat merasakan aura horor yang kuat berkat penampilan Dito Darmawan yang meyakinkan.









Tinggalkan komentar