Nusamedia – 07 September 2026 | Bukan Kurang Nafkah! Minola Sebayang Bongkar Fakta Mengejutkan di Balik Curhatan Viral LMK. Pernyataan ini dilontarkan oleh Minola Sebayang, kuasa hukum dari RDS, suami dari Lanny Mariska (LMK), guna mengklarifikasi berbagai isu yang selama ini beredar luas di media sosial dan podcast terkait rumah tangga kliennya. Minola menegaskan bahwa tudingan yang dialamatkan kepada RDS, terutama mengenai kekurangan nafkah, tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.
Selama ini, narasi yang dibangun LMK di berbagai platform menyebutkan bahwa ia kerap kali mengalami kekurangan finansial saat tinggal di Australia, bahkan terpaksa meminjam uang dari kerabat. “Jadi peristiwanya itu adalah dikatakan bahwa LMK ini tidak diberikan biaya yang cukup oleh klien kami sebagai suaminya. Ya. Tidak diberikan biaya yang cukup, ya,” ujar Minola saat ditemui beberapa waktu lalu.
Namun, Minola Sebayang membantah keras klaim tersebut. Menurut keterangannya, RDS justru memberikan uang lebih dari yang dibutuhkan LMK selama berada di Australia. “Pengakuan daripada LMK sendiri kebutuhannya ketika dia masih tinggal di Melbourne itu perbulannya itu sekitar 43 ribu Australia Dollar. Sementara yang diberikan oleh klien kami itu 50.000 Australia Dollar. Jadi sebenarnya bukan kurang, tapi ada kelebihan 7.000,” ungkap Minola dengan tegas. Pernyataan ini secara gamblang mematahkan anggapan bahwa permasalahan rumah tangga mereka disebabkan oleh krisis finansial.
Lebih lanjut, Minola Sebayang mengungkap sisi lain dari narasi utang piutang yang juga dikembangkan oleh LMK. LMK mengklaim memiliki utang kepada enam orang berbeda, yang kini keenamnya telah ditetapkan sebagai tersangka atas laporan adik RDS di Polda Lampung. Laporan tersebut diajukan dengan dugaan penipuan dan penggelapan dana.
Minola menjelaskan bahwa keenam orang yang kini berstatus tersangka tersebut diduga bekerja sama dengan LMK untuk menciptakan narasi utang. Menurutnya, uang yang diberikan bukanlah murni pinjaman yang kemudian menjadi utang, melainkan dana yang dibagi dan dinikmati bersama. “Ketika uang itu dibayarkan karena dianggap itu sebagai utang oleh LMK, yang minta dibayarkan oleh pelapor, faktanya uang ini dibagi bersama untuk dinikmat,” beber Minola. Ia menambahkan, “Jadi bukanlah utang yang benar-benar utang tapi ini cara, salah satu cara untuk meminta uang dengan alasan utang tapi untuk dinikmati oleh LMK bersama orang yang dipinjam rekeningnya.” Fakta ini menunjukkan adanya dugaan manipulasi terkait klaim utang piutang tersebut.
Terkait proses hukum yang sedang berjalan, Minola Sebayang juga memberikan klarifikasi mengenai status penahanan para tersangka. Ia menegaskan bahwa proses hukum terhadap LMK tidak dihentikan, melainkan penahanannya yang ditangguhkan. “Kepada kami sebagai pelapor, kepada klien kami sebagai pelapor itu sedang ditangguhkan penahanannya, bukan berarti perkaranya dihentikan. Tapi penahanannya yang ditangguhkan,” jelas Minola. Hal ini penting untuk diluruskan agar tidak ada kesalahpahaman mengenai kelanjutan kasus ini.
Minola juga menekankan bahwa selama proses pemeriksaan LMK di Polda Lampung, tidak ada unsur paksaan, tekanan, maupun penyiksaan. LMK didampingi oleh kuasa hukumnya sendiri dalam setiap tahapan pemeriksaan. “Tidak ada tekanan, tidak ada penyiksaan, tidak ada pemaksaan ketika saudari LMK memberikan keterangan dalam BAP tentang peristiwa-peristiwa hukum yang sedang diproses saat ini,” tegas Minola. Ia menambahkan, “Saudari LMK ini didampingi oleh seorang kuasa hukum. Dan di dalam BAP itu kuasa hukumnya ini juga membubuhkan tanda tangan.” Hal ini menunjukkan bahwa seluruh proses hukum berjalan sesuai prosedur dan hak-hak LMK sebagai terlapor tetap terpenuhi.
Dengan terungkapnya fakta-fakta ini, diharapkan masyarakat dapat melihat duduk perkara yang sebenarnya dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum tentu akurat. Pernyataan Minola Sebayang ini menjadi titik balik dalam memahami kompleksitas kasus yang melibatkan LMK dan RDS, menegaskan bahwa Bukan Kurang Nafkah! Minola Sebayang Bongkar Fakta Mengejutkan di Balik Curhatan Viral LMK yang selama ini beredar.
Klarifikasi ini juga kembali menyoroti pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan ranah pribadi dan hukum. Bukan Kurang Nafkah! Minola Sebayang Bongkar Fakta Mengejutkan di Balik Curhatan Viral LMK menjadi pengingat bahwa di balik setiap cerita viral, seringkali terdapat lapisan-lapisan fakta yang perlu digali lebih dalam. Kasus ini menunjukkan bahwa isu nafkah bukanlah penyebab utama perselisihan, melainkan ada persoalan lain yang lebih kompleks terkait dugaan manipulasi dana dan utang piutang.









Tinggalkan komentar