Transformasi BRI Berbuah Manis: Laba Meroket di Triwulan II 2026 di Bawah Komando Manajemen Baru!

Rosaria

September 6, 2026

5
Min Read
Transformasi BRI Berbuah Manis: Laba Meroket di Triwulan II 2026 di Bawah Komando Manajemen Baru!
Transformasi BRI Berbuah Manis: Laba Meroket di Triwulan II 2026 di Bawah Komando Manajemen Baru!

On This Post

BRI Catat Kinerja Solid di Triwulan II 2026, Bukti Nyata Keberhasilan Transformasi

Nusamedia – 06 September 2026 | Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan performa gemilang di bawah kepemimpinan manajemen baru. Agenda transformasi perseroan yang dijalankan secara konsisten telah menjadi fondasi kokoh untuk membangun pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Penguatan kinerja ini tercermin jelas pada laba bersih yang melonjak signifikan, mencapai Rp31,2 triliun pada Triwulan II 2026, atau tumbuh 17,5% secara year-on-year (yoy). Pencapaian ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam konferensi pers Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 yang digelar di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin (31/8).

Dalam suasana ekonomi yang masih penuh dinamika dan ketidakpastian global, BRI berhasil menjaga momentum pertumbuhan yang sehat. Bank BUMN ini tidak hanya mampu memperbaiki kualitas aset, tetapi juga memperkuat profitabilitasnya. Hery Gunardi menekankan bahwa transformasi yang diusung sejak manajemen baru hadir telah menunjukkan hasil positif yang nyata. “Kami melakukan penguatan dari sisi bisnis, budaya dan efisiensi, digitalisasi, hingga manajemen risiko yang tetap kuat. Transformasi ini membuat BRI semakin produktif dan mampu menjaga pertumbuhan secara sehat,” ujarnya.

BRIVolution Reignite: Memperkuat Fondasi, Menciptakan Pertumbuhan Baru

Lebih lanjut, Hery menjelaskan bahwa BRI memandang pertumbuhan berkelanjutan bukan sekadar dari besaran laba, melainkan lebih pada kualitas pertumbuhan itu sendiri. Oleh karena itu, Perseroan terus mendorong ekspansi bisnis secara selektif dan prudent, menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat tata kelola dan manajemen risiko di seluruh lini bisnis. Melalui program strategis BRIVolution Reignite, BRI melanjutkan transformasi dengan dua agenda besar yang berjalan simultan: memperkuat pendanaan dan memperbaiki bisnis inti yang sudah ada, sembari membangun sumber pertumbuhan baru.

Dari sisi pendanaan, BRI berfokus pada pembesaran basis dana murah dan transaksional melalui pendekatan berbasis ekosistem. Strategi ini dijalankan dengan memaksimalkan kapabilitas digital channel, mulai dari akuisisi merchant, peningkatan transaksi BRImo dan QRIS, hingga pemanfaatan BRILink Agen. Secara bersamaan, BRI terus memperdalam penetrasi pada klaster bisnis, mengintegrasikan value chain, serta mengoptimalkan konsep One BRI Solution.

Pada bisnis inti, BRI melakukan pembaruan signifikan pada segmen mikro yang selama ini menjadi kekuatan utama perseroan. Di sisi lain, BRI juga mulai membangun sumber pertumbuhan baru. Fokusnya mencakup optimalisasi potensi value chain dan ekosistem, penyempurnaan product value proposition dan targeting untuk mengakuisisi nasabah berkualitas, serta perluasan layanan bullion bank melalui sinergi BRI Group.

Dukungan Pemerintah dan Penggerak Ekonomi Nasional

Dengan fundamental yang semakin kuat dan arah transformasi yang semakin jelas, BRI optimistis dapat terus melanjutkan momentum positif ke depan. Penguatan ini sekaligus memberikan ruang bagi BRI untuk terus menjalankan perannya dalam mendukung berbagai agenda prioritas pemerintah dan menggerakkan perekonomian nasional, sembari tetap menjaga kualitas aset serta menerapkan prinsip kehati-hatian. Hery menegaskan, “Bagi BRI, mendukung program pemerintah dan menjaga kualitas aset bukanlah dua hal yang bertentangan. Justru keduanya harus berjalan bersama agar pertumbuhan yang kami hasilkan hari ini dapat menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang.”

Dalam mendorong dan mengakselerasi pertumbuhan perekonomian Indonesia secara berkelanjutan, BRI secara aktif menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan dan inklusi ekonomi. Peran ini dijalankan melalui berbagai program krusial, seperti penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta penyaluran berbagai bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Sembako Stimulus, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya BRI untuk memperluas dampak ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

Peran BRI dalam mendukung berbagai agenda pembangunan nasional tersebut berjalan selaras dengan upaya perseroan untuk terus memperkuat fundamental dan menjaga kualitas pertumbuhan bisnis. Hal ini tercermin dari kinerja BRI yang tetap solid hingga Triwulan II 2026, baik dari sisi pertumbuhan bisnis, profitabilitas, efisiensi, maupun kualitas aset. Hingga periode tersebut, total aset BRI mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7% secara year-on-year (yoy). Penyaluran kredit tumbuh lebih tinggi sebesar 16,2% menjadi Rp1.646 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7% yoy. BRI tidak hanya fokus pada peningkatan volume DPK, tetapi juga terus memperkuat kualitas pendanaan melalui peningkatan rasio CASA.

Efisiensi Meningkat, Kualitas Aset Membaik

Peningkatan profitabilitas ini juga diikuti oleh perbaikan efisiensi dan kualitas aset. Cost of Fund (CoF) secara bank only turun dari 3,0% menjadi 2,4%, sementara Cost to Income Ratio (CIR) membaik dari 41,9% menjadi 39,2%. Dari sisi kualitas aset, rasio Non-Performing Loan (NPL) turun dari 3,0% menjadi 2,9%, sedangkan Cost of Credit (CoC) membaik dari 3,4% menjadi 3,1%. Penguatan fundamental ini turut menopang kemampuan perseroan dalam menghasilkan imbal hasil yang solid. Return on Asset (ROA) BRI tetap terjaga pada kisaran 2,7%, sementara Return on Equity (ROE) meningkat dari 16,6% pada Triwulan II 2025 menjadi 18,8% pada Triwulan II 2026. Hal ini menegaskan bahwa BRI Catat Kinerja Solid di Triwulan II 2026.

Meskipun terus bertransformasi, Hery Gunardi menegaskan bahwa DNA BRI tetap sama: tumbuh bersama ekonomi kerakyatan Indonesia. UMKM akan tetap menjadi core business BRI. Oleh karena itu, keberhasilan transformasi tidak hanya dilihat dari kemampuan BRI meningkatkan kinerja, tetapi juga dari seberapa besar pertumbuhan tersebut dapat menciptakan nilai dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. BRI Catat Kinerja Solid di Triwulan II 2026 ini menjadi bukti komitmen BRI untuk terus melayani dan memberdayakan masyarakat Indonesia.

Tinggalkan komentar

Related Post