Nusamedia – 17 Agustus 2026 | Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman memberikan pesan penting kepada komunitas pecinta burung di seluruh Indonesia. Dalam sebuah kesempatan, ia menekankan pentingnya menjaga habitat serta lingkungan tempat burung hidup, dan tidak hanya terpaku pada hobi serta kompetisi semata. Pesan ini ia sampaikan dengan lugas: Nasihati Pecinta Burung, Dudung: Jangan Cuma Suaranya yang Dicinta, Lingkungannya Juga. Menurut Dudung, kecintaan terhadap burung seharusnya berbanding lurus dengan kepedulian terhadap kelestarian alam tempat mereka bernaung.
Pernyataan tersebut dilontarkan Dudung saat membuka Lomba dan Pameran Burung Berkicau Tingkat Nasional Piala Kepala Staf Kepresidenan RI di Raffles Hills, Cibubur, Bogor, Minggu (16/8/2026). Ia berharap komunitas pecinta burung dapat bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang aktif berkontribusi dalam menjaga kelestarian habitat burung. “Merawat burung harus menjadi bagian dari merawat alam,” tegasnya, menggarisbawahi filosofi yang mendalam di balik hobi ini.
Dudung lebih lanjut menjelaskan bahwa memelihara burung, layaknya merawat alam, membutuhkan kesabaran, disiplin, perhatian, dan tanggung jawab yang tinggi. Keindahan suara kicauan burung, yang menjadi daya tarik utama bagi para penghobi, tidak akan tercapai optimal jika burung tidak mendapatkan perawatan yang baik dan lingkungan yang mendukung. Hal ini menyiratkan bahwa kesejahteraan burung dan kelestarian lingkungannya adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.
Dalam konteks kompetisi, Dudung juga tak lupa mengingatkan para peserta untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai sportivitas. Ia berpesan agar setiap pertandingan dijalani dengan semangat, namun tetap mengutamakan kejujuran dan rasa hormat. “Bertandinglah dengan penuh semangat, tetapi tetap junjung tinggi sportivitas. Terimalah kemenangan dengan rendah hati dan terimalah kekalahan dengan lapang dada,” tuturnya, menekankan pentingnya sikap sportif dalam setiap ajang perlombaan.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Dudung melihat kegiatan lomba burung berkicau memiliki potensi besar untuk mempererat tali silaturahmi antar komunitas dari berbagai daerah. Selain itu, acara semacam ini juga dapat membuka berbagai peluang kegiatan ekonomi bagi masyarakat. Ia mengapresiasi inisiatif dari Daulat Aspirasi Rakyat (DAR) dan Yayasan Garuda Mahakarya Nusantara yang telah menggagas acara akbar ini. “Piala dan penghargaan adalah simbol prestasi, tetapi persaudaraan dan silaturahmi adalah nilai yang jauh lebih berharga,” ungkapnya, menyoroti esensi kekeluargaan yang ingin dibangun.
Lomba burung berkicau tingkat nasional yang diselenggarakan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini menjadi momentum yang tepat untuk menyuarakan pentingnya pelestarian lingkungan sekaligus merayakan keindahan keragaman hayati Indonesia, khususnya jenis burung yang memiliki suara merdu. Pesan Nasihati Pecinta Burung, Dudung: Jangan Cuma Suaranya yang Dicinta, Lingkungannya Juga, diharapkan dapat meresap dan diimplementasikan oleh seluruh pegiat hobi burung.
Pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem juga menjadi perhatian utama. Ketika habitat burung terancam, bukan hanya populasi burung yang akan menurun, tetapi juga akan berdampak pada rantai makanan dan keseimbangan alam secara keseluruhan. Oleh karena itu, setiap tindakan yang dilakukan oleh komunitas pecinta burung, mulai dari perawatan individu hingga partisipasi dalam lomba, harus selalu mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan.
Filosofi Nasihati Pecinta Burung, Dudung: Jangan Cuma Suaranya yang Dicinta, Lingkungannya Juga, sejatinya adalah ajakan untuk melihat hobi burung dari perspektif yang lebih luas. Ini bukan hanya tentang kepemilikan hewan peliharaan yang indah, tetapi tentang menjadi penjaga alam yang bertanggung jawab. Dengan mencintai burung, kita juga turut mencintai hutan, pepohonan, dan segala elemen alam yang menopang kehidupan mereka. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati Indonesia.
Para peserta lomba dan seluruh pecinta burung diharapkan dapat menjadikan pesan ini sebagai pegangan. Mengintegrasikan prinsip pelestarian lingkungan ke dalam setiap aspek hobi burung akan menciptakan sinergi positif. Lomba burung berkicau tidak hanya menjadi ajang adu kicau, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga habitat asli burung. Dengan demikian, hobi yang digemari banyak orang ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian alam.
KSP Dudung Abdurachman menutup pernyataannya dengan harapan agar semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan terus tumbuh di kalangan komunitas pecinta burung. Ia meyakini bahwa dengan kesadaran kolektif, upaya pelestarian habitat burung akan semakin kuat dan efektif, demi masa depan yang lebih lestari.









Tinggalkan komentar