GEGER! Ketua DPRD Bone Dituding Lempar Kue ke Wajah Staf, Ternyata Ini Pengakuannya: ‘Korban Ngarang!’

Rosaria

Juli 24, 2026

3
Min Read
GEGER! Ketua DPRD Bone Dituding Lempar Kue ke Wajah Staf, Ternyata Ini Pengakuannya: 'Korban Ngarang!'
GEGER! Ketua DPRD Bone Dituding Lempar Kue ke Wajah Staf, Ternyata Ini Pengakuannya: 'Korban Ngarang!'

On This Post

Nusamedia – 24 Juli 2026 | Bone, Sulawesi Selatan – Sebuah kabar mengejutkan datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Ketua DPRD Bone, politisi dari partai Gerindra, Andi Tenri Walinonong, menjadi sorotan publik menyusul tuduhan telah melemparkan kue ke wajah seorang staf wanita berinisial Y di Bagian Umum DPRD Kabupaten Bone. Namun, dalam keterangannya, Andi Tenri Walinonong dengan tegas membantah tuduhan tersebut, bahkan menyebut bahwa korban mengarang cerita alias berbohong mengenai kronologi kejadian. Ia mengklaim bahwa kue yang dimaksud hanya dihempaskan ke tanah, bukan ke wajah korban.

Menurut pengakuan Andi Tenri Walinonong, insiden tersebut dipicu oleh emosi yang memuncak saat dirinya sedang berbincara dengan staf berinisial Y tersebut. Ia merasa tersinggung dengan ucapan korban, yang kemudian memicu kemarahannya. “Kurang lebih seperti itu (tersinggung dengan ucapan korban) yang memicu emosi, sampai saya hempaskan isi meja ke lantai, jatuhlah bosara (tempat kue) ini ke lantai,” terang Tenri melalui pesan pribadi kepada media, Rabu (23/7/2026).

Lebih lanjut, politisi berusia 30 tahun yang berasal dari Kecamatan Ulaweng ini menjelaskan bahwa selain kue, ia juga melemparkan sebotol saus sambal dan sebotol air mineral. Namun, ia menegaskan bahwa lemparan tersebut diarahkan ke arah Yuli, bukan mengenai tubuh korban, berbeda dengan laporan yang diterima oleh pihak Polres Bone. “Bukan mengenai badannya,” tambahnya, menyanggah narasi yang berkembang.

Saksi di Kantin Bantah Adanya Kekerasan Fisik

Andi Tenri Walinonong juga menyatakan bahwa berita yang beredar mengenai dirinya memukul wajah Yuli menggunakan wadah kue adalah tidak benar sama sekali. Ia mengklaim memiliki saksi yang dapat menguatkan pernyataannya. “Di kantin juga banyak saksi yang membenarkan bahwa tidak ada kontak (kekerasan) fisik yang melukai (Yuli),” katanya, seraya menuding bahwa Yuli telah mengarang bebas dalam memberikan keterangan kronologi kejadian kepada pihak Polres Bone.

Pernyataan Yuli yang berbeda-beda di berbagai media menjadi alasan bagi Andi Tenri Walinonong untuk semakin yakin bahwa stafnya tersebut memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan fakta. “Iya (bohong) karena pernyataannya di beberapa media semua berbeda,” cetusnya dengan nada tegas.

Meskipun kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian, Andi Tenri Walinonong mengaku belum memiliki niat untuk melaporkan balik Yuli atas pernyataan yang dianggapnya mengarang. Ia memilih untuk menunggu proses hukum yang sedang berjalan. Pernyataan Ketua DPRD Bone ini tentu menjadi sorotan, mengingat posisinya yang merupakan pejabat publik. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan mengenai etika dan perilaku pejabat di lingkungan kerja, serta pentingnya klarifikasi yang objektif dari semua pihak yang terlibat.

Kasus ini menjadi perhatian serius, terutama karena melibatkan seorang pimpinan lembaga legislatif daerah. Pernyataan Andi Tenri Walinonong yang membantah tuduhan lempar kue ke wajah stafnya dan menyebut korban mengarang, membuka babak baru dalam penyelesaian kasus ini. Pihak kepolisian diharapkan dapat melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik insiden yang terjadi di lingkungan DPRD Bone. Penting bagi semua pihak untuk memberikan keterangan yang jujur dan akurat demi terciptanya keadilan.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme dan etika dalam lingkungan kerja, terutama bagi para pejabat publik. Sikap emosional yang tidak terkontrol dapat berujung pada masalah serius. Klarifikasi yang diberikan oleh Ketua DPRD Bone, yang secara tegas membantah lempar kue ke wajah stafnya dan menyebut korban mengarang, akan menjadi dasar bagi pihak kepolisian dalam melanjutkan investigasi. Publik menanti hasil akhir dari proses hukum ini untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kejadian sebenarnya di DPRD Bone.

Tinggalkan komentar

Related Post