Tengkes Menurun Drastis! Festival Keluarga Sehat Bawa Kudus Raih Kemenangan Epik

Rosaria

Agustus 30, 2026

5
Min Read
Tengkes Menurun Drastis! Festival Keluarga Sehat Bawa Kudus Raih Kemenangan Epik
Tengkes Menurun Drastis! Festival Keluarga Sehat Bawa Kudus Raih Kemenangan Epik

On This Post

Nusamedia – 30 Agustus 2026 | KUDUS, JAWA TENGAH – Keberhasilan Kabupaten Kudus dalam menekan angka stunting atau tengkes kini semakin nyata. Berkat penyelenggaraan MilkLife Festival Keluarga Sehat yang memasuki tahun ketiganya, gerakan pencegahan stunting di wilayah ini semakin menguat dan membawa dampak positif signifikan. Festival yang digagas oleh Bakti Sosial Djarum Foundation dan MilkLife bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kudus ini berlangsung meriah pada 29 dan 30 Agustus 2026 di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Acara ini sukses memadukan edukasi kesehatan, layanan medis, serta berbagai aktivitas dan hiburan menarik yang dirancang khusus untuk keluarga.

Mengusung semangat “Jaga Generasi Emas, Merdeka Lawan Stunting”, festival ini menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, pemenuhan gizi seimbang, kebersihan lingkungan, dan pemantauan tumbuh kembang anak. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, secara langsung mengapresiasi komitmen Djarum Foundation dan MilkLife yang terus menghadirkan inisiatif inovatif untuk mendukung kesehatan masyarakat dan pencegahan stunting di Kabupaten Kudus. Keberhasilan ini terbukti dari penurunan angka stunting yang terjadi dalam dua tahun terakhir.

Penurunan Angka Stunting yang Membanggakan

Bupati Sam’ani menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bakti Sosial Djarum Foundation atas konsistensi mereka dalam mengawal program-program keluarga sehat. “Kami ucapkan terima kasih kepada Bakti Sosial Djarum Foundation yang terus mengawal program-program keluarga sehat dengan penurunan stunting sangat signifikan, yang sebelumnya 4,08% menjadi 3,04%. Artinya dengan adanya program ini sejak tahun 2024 dampaknya sangat positif terhadap penurunan angka stunting di Kudus,” ujar Bupati dalam pidatonya.

Ia menambahkan, kolaborasi berbagai pihak merupakan kunci penting dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Kabupaten Kudus menargetkan bebas dari stunting pada tahun 2030. Untuk mencapai target ambisius ini, pemahaman sejak dini mengenai kesehatan dan lingkungan menjadi prioritas. “MilkLife Keluarga Sehat terbukti luar biasa dampaknya. Semoga dengan ada edukasi dan pelayanan seperti ini masyarakat bisa semakin sadar arti kesehatan keluarga. Kami harapkan seluruh pihak bisa meneruskan informasi ini sampai ke tingkat desa maupun RT. Mari kita sukseskan generasi emas, cegah stunting dan semoga di tahun 2030 Kabupaten Kudus zero stunting,” tegasnya.

Layanan Kesehatan Komprehensif untuk Keluarga

Selama dua hari penyelenggaraan, MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 menyediakan berbagai layanan kesehatan inklusif. Ibu hamil dapat memeriksakan kehamilannya melalui USG, balita dipantau tumbuh kembangnya, remaja dan calon pengantin mendapatkan skrining anemia, serta tersedia pemeriksaan triple elimination (HIV, Sifilis, dan Hepatitis B). Selain itu, masyarakat dapat berkonsultasi dengan dokter umum dan psikolog klinis untuk pemeriksaan kesehatan jiwa.

Achmad Budiharto, Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation, menekankan pentingnya keberlanjutan festival ini dalam membangun kesadaran kesehatan masyarakat secara konsisten. Penurunan angka stunting di Kudus sejak festival dimulai pada 2024 menjadi motivasi besar bagi pihaknya. Ia optimis target bebas stunting 2030 dapat tercapai mengingat antusiasme publik yang terus meningkat setiap tahunnya. “Kami ingin Kudus menjadi salah satu kabupaten terbaik dalam penanganan kesehatan dan juga stunting. Maka dari itu kami siap mendukung untuk menjadikan Kudus zero stunting di tahun 2030. Kami mulai membiasakan supaya mereka (orangtua) tahu yang terbaik untuk putra-putrinya. Pada intinya, kami ingin memberi kontribusi positif bagi warga Kudus, karena kami lahir dan besar di Kudus,” tutur Budiharto.

Field Promotion Manager, Danang Adityo Pramandaru, menjelaskan bahwa festival ini dikemas dalam suasana yang menyenangkan agar masyarakat dapat memperoleh pengetahuan kesehatan sambil menikmati waktu berkualitas bersama keluarga. Kombinasi hiburan dan edukasi kesehatan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pihak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya nutrisi seimbang. “Kami ingin Festival Keluarga Sehat menjadi ruang yang fun, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan mengenai kesehatan jasmani, tetapi juga dapat menikmati berbagai hiburan bersama keluarga. Di sisi lain, pemenuhan nutrisi dan gizi seimbang juga berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang, termasuk dengan mengonsumsi susu berkualitas,” jelasnya.

Peran Penting Edukasi dan Sanitasi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Abdul Hakam, menyoroti peran krusial festival ini dalam meningkatkan pemahaman keluarga tentang kesehatan anak, terutama di usia dini. Pencegahan stunting, menurutnya, memerlukan pemantauan ketat sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), termasuk pemenuhan nutrisi dan perkembangan anak secara berkala. “Sebenarnya standar maksimal stunting yang direkomendasikan oleh WHO adalah di bawah 10%. Kita bersyukur Kabupaten Kudus sudah di angka 3%. Ini suatu prestasi yang luar biasa dan kita harus maksimalkan. Jadi kita targetnya bagaimana nanti secara bertahap di 2027 mencapai 2%, 2028 sampai 2029 mungkin ya 0,3% atau 0,9%, karena memang pasti masih akan ada (stunting). Tapi kami usahakan bersama nanti bagaimana menembus 0% sesuai target pak Bupati di 2030,” ujarnya.

Abdul Hakam juga menekankan pentingnya konsistensi masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta perhatian pada asupan gizi ibu hamil. “Bagaimanapun sanitasi juga penting karena kaitannya dengan munculnya penyakit. Kalau itu teratasi, pasti secara maksimal problem stunting turun. Selain itu juga program lain, baik itu imunisasi, tumbuh kembang, serta pemeriksaan 1.000 hari kehidupan juga harus digalakkan. Kemudian potensi adanya anemia ini cukup berdampak. Edukasi peningkatan gizi terhadap konsumsi daging merah seperti kerbau, kambing, sapi, dan ampela juga tak kalah penting, untuk dikonsumsi tiga sampai lima kali dalam seminggu, terutama untuk ibu hamil,” tambahnya.

Respon Positif dari Masyarakat

Lusi Rahmawati, salah satu pengunjung dari Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, mengaku sangat terbantu dengan berbagai layanan dan aktivitas yang disediakan. Ia mendapatkan banyak informasi baru mengenai kebersihan lingkungan dan pola makan sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya setelah mengunjungi booth Hunian Sehat dan layanan tumbuh kembang anak. “Acaranya bagus dan fasilitas yang disediakan juga sangat memadai. Kita jadi banyak dapat pengetahuan baru soal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah, mengenai gizi dan tumbuh kembang. Tadi juga sempat screening anemia, jadi saya bisa berkonsultasi dengan leluasa dan penyampaian hasil screening-nya juga jelas.,” ungkap ibu dua anak ini.

Selain edukasi kesehatan, festival ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan interaktif seperti Jalan Keluarga Sehat – Parade Gizi Hebat, lomba estafet isi piringku, lomba mewarnai, taman eksplorasi, serta pertunjukan musik dan wayang humor. Puncak acara ditutup dengan pengundian doorprize utama berupa motor listrik Polytron Fox R 350. Penyelenggaraan MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan sebelumnya, termasuk Aksi Rumah Resik Sehat (SIKAT) dan Belanja Pinter Gizine Bener (BPGB) yang telah dilaksanakan mulai 19 Juli hingga 9 Agustus 2026. SIKAT melibatkan 2.311 peserta dari beberapa desa, sementara BPGB memberikan edukasi tentang pemilihan bahan makanan bergizi seimbang.

Tinggalkan komentar

Related Post