Meisya Amira Ungkap Rahasia di Balik Peran Tuna Wicara di ‘Juminten Edan’: Tantangan Berat Meisya Amira di Film Juminten Edan, Belajar Bahasa Isyarat hingga Akting Tanpa Dialog

Rosaria

Juli 18, 2026

3
Min Read
Meisya Amira Ungkap Rahasia di Balik Peran Tuna Wicara di 'Juminten Edan': Tantangan Berat Meisya Amira di Film Juminten Edan, Belajar Bahasa Isyarat hingga Akting Tanpa Dialog
Meisya Amira Ungkap Rahasia di Balik Peran Tuna Wicara di 'Juminten Edan': Tantangan Berat Meisya Amira di Film Juminten Edan, Belajar Bahasa Isyarat hingga Akting Tanpa Dialog

On This Post

Nusamedia – 18 Juli 2026 | Artis peran Meisya Amira mengakui adanya Tantangan Berat Meisya Amira di Film Juminten Edan, Belajar Bahasa Isyarat hingga Akting Tanpa Dialog. Dalam film yang akan segera tayang ini, Meisya Amira memerankan karakter sentral bernama Juminten, seorang perempuan yang memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi, yakni tuna wicara dan tuna rungu. Peran ini mengharuskan Meisya Amira untuk mendalami bahasa isyarat secara serius, sebuah pengalaman yang baru pertama kali dihadapinya.

Meisya Amira menceritakan bahwa persiapan yang ia lakukan cukup intensif. “Kalau jadi seorang tunawicara dan juga tunarungu itu menurutku sangat susah, challenging banget karena aku belum pernah belajar sebelumnya, baru kali ini,” ujar Meisya Amira saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026).

Proses belajar bahasa isyarat ini tidak dilakukan sendirian. Meisya Amira mendapatkan pendampingan dari seorang pelatih khusus selama kurang lebih dua minggu sebelum proses syuting dimulai. Namun, di luar dugaan, tantangan terbesar baginya bukanlah penguasaan bahasa isyarat itu sendiri, melainkan aspek ekspresi wajah dan emosi yang harus disampaikan tanpa melalui dialog verbal.

“Yang menurut aku juga challenging adalah gimana aku harus mengekspresikan semuanya tanpa dialog dari mata, emosi, semuanya itu bener-bener dilakukan dengan bahasa isyarat. Itu salah satu yang bener-bener pengalaman baru dan lumayan sulit bagi aku,” ungkapnya lebih lanjut. Kemampuan untuk menyampaikan kedalaman karakter dan narasi cerita semata-mata melalui gestur dan ekspresi wajah menjadi ujian tersendiri bagi Meisya Amira.

Tak hanya Meisya Amira, Dimas Aditya yang berperan sebagai lawan mainnya dalam film Juminten Edan juga merasakan hal serupa. Dimas mengakui bahwa ini adalah kali pertamanya berakting menggunakan bahasa isyarat. Beruntung, ia pun mendapat pelatih yang sama dengan Meisya, sehingga proses adaptasi berjalan lebih lancar. “Ini pertama kali. Pertama kali. Kalau belajarnya tiga hari saya,” kata Dimas, singkat menjelaskan durasi latihannya.

Film Juminten Edan sendiri mengisahkan perjalanan emosional seorang perempuan dengan disabilitas wicara dan rungu yang memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya bersama suami dan anak mereka setelah delapan tahun merantau. Namun, kepulangan yang seharusnya penuh kehangatan berubah menjadi sebuah teror yang mengerikan. Juminten mulai menunjukkan perilaku yang tidak wajar dan bahkan memiliki niat untuk membunuh keluarganya sendiri, yang diduga kuat dipicu oleh trauma mendalam dari masa lalu.

Kisah horor psikologis ini menjanjikan alur cerita yang menegangkan dan penuh kejutan. Penonton akan diajak untuk menyelami kompleksitas emosi dan latar belakang kelam karakter Juminten. Kemampuan akting Meisya Amira dalam memerankan karakter yang memiliki banyak lapisan ini tentu menjadi salah satu daya tarik utama film ini.

Adanya Tantangan Berat Meisya Amira di Film Juminten Edan, Belajar Bahasa Isyarat hingga Akting Tanpa Dialog menjadi bukti keseriusan para sineas dalam mengangkat cerita yang berbeda dan memberikan ruang bagi representasi karakter disabilitas di industri perfilman Indonesia. Upaya Meisya Amira untuk mendalami perannya, termasuk mempelajari bahasa isyarat dan menguasai akting non-verbal, patut diapresiasi.

Film Juminten Edan dijadwalkan akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 23 Juli 2026. Para penggemar film horor dan drama psikologis diharapkan dapat menyaksikan langsung penampilan Meisya Amira dan Dimas Aditya dalam film yang menjanjikan pengalaman sinematik yang unik dan mendalam ini. Pengalaman baru dalam berakting tanpa dialog ini menjadi sorotan utama yang membuat banyak orang penasaran untuk menyaksikan film ini.

Film ini tidak hanya menyajikan cerita horor, tetapi juga mengangkat isu tentang trauma dan dampaknya terhadap individu serta keluarga. Bagaimana Juminten mengatasi masa lalu kelamnya dan bagaimana hal itu memengaruhi hubungannya dengan orang-orang terdekat akan menjadi inti dari narasi film ini. Keseluruhan proses produksi, terutama dalam hal pendalaman karakter oleh Meisya Amira, menunjukkan dedikasi yang tinggi untuk menghasilkan karya yang berkualitas dan bermakna. Tantangan Berat Meisya Amira di Film Juminten Edan, Belajar Bahasa Isyarat hingga Akting Tanpa Dialog ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru tentang perjuangan dan kekuatan individu yang menghadapi keterbatasan.

Tinggalkan komentar

Related Post